"Dan ini bukan patah yang pertama tetapi untuk menyembuhkannya, aku telah kehabisan cara.
Lihatlah mataku, begitu banyak harap yang berhasil kau sayat dengan hebat! Sebenarnya dimana warasmu? Bahagia itu baru kemarin kau beri, mengapa detik ini harus ku nikmati tancapan belati?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.