tangis haru kehidupan

tangis haru kehidupan

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 11, 2018
pada suatu hari, hiduplah seorang lelaki yang tangguh, namanya yoyo. Dia hidup dalam keluarga sederhana, yoyo adalah korban broken home. Ayah dan ibunya bercerai disaat dia berusia 6 tahun. Dia hidup bersama ibunya. Dia merupakan siswa berprestasi di sekolahnya, dia bahkan selalu mendapat peringkat 3 besar setiap tahunnya. Pada saat dia berada dibangku kelas 3, dia tidak naik kelas karena dia begitu bandel dan tidak mau menuruti peraturan sekolah. perjalanan hidupnya begitu miris. Saat kelulusan SDnya, dia mendapat nilai yang baik, akan tetapi yoyo tak berani mengambil hasil ujiannya. lalu gurunya datang ke rumahnya dan menyerahkan hasil ujian yoyo. "Yo, ini hasil ujianmu, mengapa tak kau ambil, nak?" tanya guru yoyo. "maaf pak, bukannya saya tidak mau mengambil hasilnya, tapi kan saya belum melunasi uang tunggakan saya, saya malu untuk mengambilnya", jawab Yoyo. Gurunya pun merasa iba. " yaudah nak, tidak perlu kau lunasi uang tunggakan, ambil aja hasilmu, nilaimu memuaskan, bisa untuk kau gunakan untuk melanjutkan sekolahmu", ujar guru Yoyo. "makasih banyak pak", jawab yoyo. Yoyo begitu bahagia, ia ingin melanjutkan sekolahnya. Karena ibunya hanya orang pas pasan, lalu dia berniat untuk datang ke rumah ayahnya untuk diminta belikan sebuah sepeda. yoyo berjalan kaki dengan seorang temannya ke rumah ayahnya. tapi ternyata, semua tidak seperti apa yang ingin dia dapatkan. " Yah, yoyo tolong dibelikan sepeda untuk daftar sekolah", pinta Yoyo. Atas perkataan itu, Yoyo malah dimarahi ayahnya dan diusir dari rumah ayahnya. disepanjang perjalanan pulang dia terus menangis dan menangis. didalam hatinya ia menggerutu, mengadu pada Tuhan, "mengapa hidupku seperti ini, aku tak pernah merasakan kasih sayang ayahku", adu Yoyo. Semasa hidupnya Yoyo tak merasakan kasih sayang seorang ayah sampai dia menikah, dan bahkan dia tidak melanjutkan sekolah, karena tidak punya sepeda. dia pilih bekerja. dan kini yoyo bahagia dengan keluarga kecilnya:)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • MY HAPPY FAMILY? - JOHNSOO, YONGNIE, JAEROSE, YULICE
  • Replaced With Happiness
  • New Possessive Family
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Hai, Kak! (END)
  • Forever Alone (Sudah Terbit)

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines