tangis haru kehidupan

tangis haru kehidupan

  • WpView
    Membaca 21
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Okt 11, 2018
pada suatu hari, hiduplah seorang lelaki yang tangguh, namanya yoyo. Dia hidup dalam keluarga sederhana, yoyo adalah korban broken home. Ayah dan ibunya bercerai disaat dia berusia 6 tahun. Dia hidup bersama ibunya. Dia merupakan siswa berprestasi di sekolahnya, dia bahkan selalu mendapat peringkat 3 besar setiap tahunnya. Pada saat dia berada dibangku kelas 3, dia tidak naik kelas karena dia begitu bandel dan tidak mau menuruti peraturan sekolah. perjalanan hidupnya begitu miris. Saat kelulusan SDnya, dia mendapat nilai yang baik, akan tetapi yoyo tak berani mengambil hasil ujiannya. lalu gurunya datang ke rumahnya dan menyerahkan hasil ujian yoyo. "Yo, ini hasil ujianmu, mengapa tak kau ambil, nak?" tanya guru yoyo. "maaf pak, bukannya saya tidak mau mengambil hasilnya, tapi kan saya belum melunasi uang tunggakan saya, saya malu untuk mengambilnya", jawab Yoyo. Gurunya pun merasa iba. " yaudah nak, tidak perlu kau lunasi uang tunggakan, ambil aja hasilmu, nilaimu memuaskan, bisa untuk kau gunakan untuk melanjutkan sekolahmu", ujar guru Yoyo. "makasih banyak pak", jawab yoyo. Yoyo begitu bahagia, ia ingin melanjutkan sekolahnya. Karena ibunya hanya orang pas pasan, lalu dia berniat untuk datang ke rumah ayahnya untuk diminta belikan sebuah sepeda. yoyo berjalan kaki dengan seorang temannya ke rumah ayahnya. tapi ternyata, semua tidak seperti apa yang ingin dia dapatkan. " Yah, yoyo tolong dibelikan sepeda untuk daftar sekolah", pinta Yoyo. Atas perkataan itu, Yoyo malah dimarahi ayahnya dan diusir dari rumah ayahnya. disepanjang perjalanan pulang dia terus menangis dan menangis. didalam hatinya ia menggerutu, mengadu pada Tuhan, "mengapa hidupku seperti ini, aku tak pernah merasakan kasih sayang ayahku", adu Yoyo. Semasa hidupnya Yoyo tak merasakan kasih sayang seorang ayah sampai dia menikah, dan bahkan dia tidak melanjutkan sekolah, karena tidak punya sepeda. dia pilih bekerja. dan kini yoyo bahagia dengan keluarga kecilnya:)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • MY HAPPY FAMILY? - JOHNSOO, YONGNIE, JAEROSE, YULICE
  • Become Baby Boy✓
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Perjodohan Berakhir Cinta
  • New Possessive Family
  • Hai, Kak! (END)
  • Aku Ingin Bercerita
  • She's Mine_Sahijae_
  • ABOUT LIFE

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan