The Second Of Love

The Second Of Love

  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 7, 2019
Gadis yang selalu tersenyum walaupun hatinya sedang teriris merasakan sakit saat jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Tidak ada orang yang mengetahui perasaannya, tidak ada yang mengerti dia. Gadis ini selalu tersenyum dalam keadaan apapun
All Rights Reserved
#17
kekesalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GRAVITY OF US
  • Love ?
  • BULIR CINTA [END]
  • MY LAST DECEMBER
  • My Forever Always - PINDAH KE DREAME
  • The Sky Before Secrets
  • Pak Dokter & Buk Tani
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • 27 Letters To Prague ♤ [END]

Jennata Moor bukan mahasiswa biasa. Dengan rambut merah menyala yang selalu dikuncir tinggi dan gaya bicara ceplas-ceplos, dia adalah pusat perhatian di mana pun dia berada-termasuk di kelas teori fisika yang membosankan. Saat dosen melemparkan pertanyaan tentang relevansi teori relativitas Einstein, Jennata menjawab dengan candaan sarkastik yang langsung membuat satu kelas pecah tawa. Namun, di balik tingkah jenakanya, Jennata bukan sekadar gadis yang suka bercanda. Begitu ia melangkah keluar dari kelas-setelah "diusir" oleh dosennya-wajahnya berubah. Senyumnya yang tadi penuh canda kini berganti dengan ekspresi serius. Di depan pintu, seorang gadis berambut hitam panjang sudah menunggunya. Aera Alexa, sahabat sekaligus rekannya dalam petualangan yang jauh dari dunia akademis. Jennata dan Aera bukan hanya mahasiswa biasa. Mereka adalah "The Ravens," duo yang dikenal karena keberanian dan kepandaian mereka dalam menyusup ke berbagai sistem dan menggali rahasia yang tersembunyi. Hari itu, mereka memiliki misi baru-menargetkan seorang CEO muda dari perusahaan teknologi terbesar di kota. Dengan mobil sport hitam yang melaju mulus di jalanan, Jennata dan Aera bersiap menghadapi tantangan. Bagi mereka, hidup bukan sekadar soal kuliah dan nilai, tapi tentang membuktikan bahwa mereka bisa menembus batasan yang dibuat oleh dunia. Di balik canda dan kekacauan, ada permainan yang jauh lebih besar sedang mereka jalani. Dan bagi The Ravens, ini baru permulaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines