My Mortal Enemy The Romantic

My Mortal Enemy The Romantic

  • WpView
    Reads 248
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 27, 2018
"Kalau jalan lihat-lihat dong" ujar salah satu siswa yang bernama Pradhika Fauzzyah Xavier. Saat akan melangkahkan kaki nya, Dhika yang terlihat angkuh dan Delfa yang terlihat manis bertabrakan karena gerak arah kaki yang sama. "Lo kalau mau jalan jangan ngikutin arah kaki gue dong! Kalau mau ke kanan ya ke kanan, kiri ya ke kiri!!" Ucap seorang siswi yang bernama Prameliana Delfansya Garvi. "Udah ah kalian kaya anak kecil cuma gara-gara hal sepele aja langsung marah" sahut salah satu siswa yang bernama Danta Albert Fuena. "Harga kacang sekarang lagi mahal woy" timpal salah satu siswa yang bernama Rixtan Sandru Atanasovski "Diem lo berdua!!" ujar Dhika dan Delfa bebarengan. "Etdah baru ketemu udah kompakan aja jawab nya. Kayanya sih jodoh.." ucap Rixtan. "Jodoh mulut lo!" jawab Dhika dan Delfa bebarengan lagi. "Serah dah" sahut Rixtan 'Ni cewe unik juga' batin Dhika. 'Haduh kenapa jantung gua jadi aneh gini ya? Apa mungkin... ah gak mungkin' batin Delfa. Apakah Dhika dan Delfa akan bersatu? Atau malah akan bermusuhan??? Bagaimana kelanjutan kisah kedua insan ini?? Yuk langsung aja baca...
All Rights Reserved
#617
konyol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • ON SIGHT (Completed)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  •  Benci Jadi Cinta {END}
  • KESAYANGAN RAKHA
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Bad Boy Erlangga
  • Sehidup Semati | Complete
  • troublemaker VS ketos! ✔

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines