We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MAKNA
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Gubrakk! Seorang anak kecil terjatuh dari sepeda nya dan ia terus saja menangis "Aduh! Saakkiit huaaaaaa. Mamaaa! Huaa" "Jangan nangis, kata mama perempuan itu kuat" Tangan yang terulur dan kata yang diucapkan anak laki-laki Seketika membuat tangisan itu berhenti, namun cerita tetap berlanjut bagaimana semua kenangan dapat terukir indah Kata yang terucap penuh makna yang mendalam Semua tak mungkin sama dengan yang kau pikirkan Karena setiap keputusannya memiliki 'MAKNA' yang orang lain tak tahu __________________________________________________ ig: @stlutfiya_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Ananta Bandhana
  • JEAN
  • The First, Not the Last
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • FRIENDzone (Completed)
  • FIZYA

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikah dengan wanita pilihannya. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, dia pun juga menorehkan luka yang tak bisa kumaafkan. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines