Luka Hati Arumi

Luka Hati Arumi

  • WpView
    Reads 1,260
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 19, 2018
"Aku juga manusia, kak! dek!". Teriak Arumi. "Aku juga bisa merasakan yang namanya sakit hati!". Lanjutnya. "Sakit hati jika perasaanku dilukai oleh seseorang, terlebih lagi jika seseorang itu adalah saudari-saudariku. Orang terdekatku, sekaligus orang yang paling membenciku". Jelas Arumi. °°°°° Memang, semua penyakit itu ada obatnya. Tapi, apakah sakit hati ada obatnya? Jawabannya pasti tidak ada. Lalu, apakah ada orang yang dapat menghilangkan rasa sakit di hati ini??!! °°°°° Kisah perjuangan seorang gadis yang selalu dihina dan dibully oleh 5 saudarinya, dimana pun ia berada. Begitu pula dengan teman-teman satu sekolahnya. 5 saudarinya tersebut adalah : Sarah, Dian, Risa, Maya, & Selma. Entah kenapa 5 saudarinya itu selalu menghina dan membully nya? Apakah mereka iri hati karena nasib Arumi lebih baik dari mereka? Arumi selalu saja disayangi oleh orang tuanya, dia jarang dimarahi orang tuanya, bahkan mungkin tidak pernah. Itu karena, Arumi adalah anak yang penurut, baik dan tidak pembangkang seperti saudarinya yang lain itu. °°°°° "Tapi, walaupun saudari-saudariku membenciku. Untungnya aku masih memiliki seorang sahabat yang setia menemaniku dari kecil sampai sekarang remaja. Dia adalah Rendy, umurku sedikit lebih tua darinya. Umurku 18 tahun, sementara Rendy 16 tahun. Aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri, karena perilakunya yang sangat baik dan peduli padaku". Paparku. By : audeca132202
All Rights Reserved
#10
amandarawles
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Aranista
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN -  REUPLOAD
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • DIARY DEPRESIKU
  • || PERJODOHAN ||
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • VARA [HIATUS]
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines