Story cover for He by valizxs
He
  • WpView
    LECTURAS 41
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 41
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado oct 11, 2018
Contenido adulto
He

"Dia. Ah dia yang hanya bisa ku deskripsikan dengan kata SEMPURNA, dia lah yang membuatku merasakannya. Dia yang membuatku merasakan segala hal, termasuk merasakan bagaimana rasanya jatuh, kecewa, sedih, bahagia, tertawa, menangis, dan bahkan dia yang membuatku merasakan rasanya seseorang yang berjuang tanpa dihargai. Terima kasih, terima kasih karena sudah membuatku merasa dicintai walau hanya pura-pura. Dia memang sempurna, dan lelaki sempurna memang tidak pantas untukku. Seperti kata orang, aku dan dirinya bagaikan majikan dan pembantunya. Mungkin dia memang bukan takdirku, aku melepaskannya bukan karena rasa cintaku yang berkurang, tapi karena tangan ini sudah lelah mempertahankan yang seharusnya pergi, mungkin ini memang salahku yang memaksakan takdir agar bisa tetap bersamanya. Jika kita berjodoh aku hanya berharap kita dapat disatukan kembali, ya aku harap aku bisa bersamanya walau kenyataannya itu tidak akan mungkin terjadi. Izinkan aku untuk mencintaimu dalam diam."

******

 "Lo....brengsek!!" Teriak seorang perempuan dan menjambaki rambut seorang pria yang berada di hadapannya.

"Maksud Lo apa-apaan? Hah?! Lo udah ngambil semua yang gue punya tapi kenapa Lo kayak gini sama gue? Gue punya salah apa sama Lo? Bahkan gue udah ngasih Lo sesuatu yang ber-" ucapan perempuan itu terpotong

"Bacot. Salah Lo sendiri yang jatuh di dalam lingkaran permainan gue" balas pria itu tajam dan mengecup sekilas pelipis sang perempuan sebelum akhirnya pergi meninggalkan sang perempuan tersebut.



********

Ululululuuuu

Dibaca gaes dibaca pasti suka sama ceritanya, kalau gak percaya baca aja langsung.
Atribución Creative Commons (CC)
Regístrate para añadir He a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Tokoh Utama de MailaIsnaFadhea
21 partes Concluida
" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi] de hysunshinee
45 partes Concluida
"Hey!!! Kamu si anak baru!! Sini !" Panggil salah satu pemain basket sekaligus ketua tim "Maaf kak, aku masih belajar" Hanya itu yang dapat ku sampaikan " Ganti aja deh, kamu gak layak jadi pemandu sorak tim basket kami" jawabnya dengan lantang sambil bergerak menuju pintu koridor ujung " Huffffffffff, ngeselin banget tu orang" sambil mengacak acak rambut . . "jangan bawa barang yang berat begini" sambil mengambil alih papan-papan itu "makasih kak" jawabku "tanganmu gapapakan ??" " nggak , nggak apa apa kok kak" ujarku agar dia tidak panik "ya udah aku bawa ini dulu ke lapangan" Diapun melangkah pergi menuju lapangan, goresan senyumku seketika muncul di ujung bibir mungilku. . . "Brakk !!" Tamparan melesat ke pipiku " Maaffin akuuu! tapi yang kamu lihat salah, aku bisa jelasin" jawabku terbatah-batah sambil menahan air mataku yang ingin keluar " Loh itu cewek murahan" pukulan tangannya hampir sekali lagi mengenai ke wajahku , tapi dihalang oleh si dingin. " APaa urusan lohh !! Loh gak berhak ya ikut campur masalah kami" Bentaknya sambil tersenyum sinis ia berkata " Cowok kok gampar cewek !? yakin situ cowok HAH !!??" Kalimat itu membuatnya geram dan pergi meninggalkan kami. . . Haiiii teman-teman jadi ini karya pertamaku dan asli hasil karanganku sendiri hehehehe ☺ Minta supportnya ya teman- teman dengan bantu vote di setiap chapter dan komen biar bisa jadi bahan referensi 🌈🙏 ••• Rank- rank yang pernah di capai dapat dilihat di bab "update rank" ☺️ Selamat membaca, Enjoyyy !✨ (Rabu, Sabtu 💕) <3 hysunshinee
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Tokoh Utama cover
Aerilyn  cover
We Are One cover
Darrel My Bad Husband [Terbit] cover
Semu [Completed] cover
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi] cover
Regrets of Love cover
[NCT DREAM] Seven Boys In My Life || arasweetstrawberry ✔ cover
Chance Of Love | 2 ✔ cover
Aku Adalah Lukamu cover

Tokoh Utama

21 partes Concluida

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.