My Crazy Lecturer

My Crazy Lecturer

  • WpView
    Reads 157,207
  • WpVote
    Votes 11,221
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 7, 2021
"Cepat banget panggilan dari dia kamu terima. Terus, kapan kamu nerima saya?" "Ha?" Gue gak salah dengar? Si bapak lagi ngode untuk gue nerima dia, nih? "Iya. Kapan kamu nerima saya?" "Aduh, Pak. Jangan ngomong gitu, dong. Ini masih di area kampus, lho. Gak enak tau kalau didenger sama mahasiswa lainnya, atau para rekan Bapak." "Lah, emang apa salah saya untuk menagih hal yang harus saya jalankan?" "Tapi, Pak. Tempatnya gak elit banget. Masa di dekat toilet gini, sih?" "Jadi, kamu maunya di tempat seperti apa? Supaya kamu mau nerima HUKUMAN dari saya!" Gubrak.... "Nerima hukuman dari Bapak?" "Iya! Hukuman karena sudah tiga kali kamu telat masuk di kelas saya, lalu sudah lima kali kamu tidak mengumpulkan tugas dari saya, dan yang terakhir...." Ada sedikit jeda, Guys. "Dan sudah duabelas kali saya mencyduk kamu yang lagi menghibahi saya!" Jadi, 'nerima' yang dia maksud itu bukan nerima sebuah hubungan? Melainkan hukuman yang harus gue terima? Gila aja, gue udah baper, eh, malah salah tanggap. Benar kata Levin. Seharusnya gue jumpai dukun untuk menyantet Dosen gila satu ini.
All Rights Reserved
#88
broke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • More Than Senior
  • DOSENKU HOT SUGAR DADDY
  • SCRIPTSHIT (TAMAT)
  • ON SIGHT (Completed)
  • SKRIPSUIT  ✔
  • Tingkat Tiga
  • Sudut pandang (felisha)
  • THE CLIMB [Completed]
  • REVANO UNTUK REVA
  • Dating Demi Gengsi

"Gw mau ngomong serius. Please, dengerin baik-baik." Ucap jauhar dengan wajah serius menatap aisyah. Mendengar itu aisyah jadi panas dingin, jantung berdetak lebih kencang. "Syah, dari awal gw liat lu, gw ngerasa lu cewe yang beda. Lu berani dan lu bisa buat gw penasaran siapa lu sebenarnya. Entah dari kapan gw mulai jatuh cinta sama lu, intinya gw sayang sama lu, syah." Aisyah diam saja, dia bingung harus bereaksi seperti apa. "Gw mau komitmen sama lu, tapi kalo lu merasa ga nyaman sama gw, lu boleh pergi, asal bilang. Kalo lu nyaman sama gw pun sama, bilang. Biar kita pacaran." "Biarin gw yang jaga lu." Ucap jauhar memberi jeda. "Lu mau?" Aisyah cukup lama terdiam sebelum akhirnya menggangguk. "Komitmen dulu, kan?" Tanyanya menyakinkan, masih trauma dengan yang namanya hubungan. "Iya, tapi lu bisa ngambil keputusan nanti. Lu nyaman atau ga sama gw." Ucap jauhar. ****** Apakah mereka bisa saling menjaga hati satu sama lain? Kalo penasaran ayo..intip-intip cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines