Jejak Cinta Di Dua Benua

Jejak Cinta Di Dua Benua

  • WpView
    Reads 441
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 10, 2018
Hasna,gadis blasteran Indonesia-Turki dengan iris mata biru, yang tak pernah lepas dari khimarnya. Ibunya seorang warga negara Indonesia,sedangkan Ayahnya berkewarganegaraan Turki. Selama ini ia tinggal di Istanbul sampai lulus SMP. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia bersama dengan kakaknya. Namun kepindahan itu ternyata tak mudah. Ia harus bisa menahan rindu yang terus menghinggapi dirinya. Rindu pada seorang sahabatnya dan juga sahabat kakaknya. Seseorang yang entah pernah terpikirkan atau tidak olehnya. Di Indonesia, ia juga mengenal seseorang yang selalu membuat hatinya berdesir setiap saat di dekatnya. Seseorang dengan senyum termanis dan ketulusan hatinya. Siapakah yang akan dipilih Hasna? Dia yang dari masa lalu atau dia yang dari masa sekarang?
All Rights Reserved
#19
istanbul
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Kota Ini
  • PRINCESS BAR-BAR (SUDAH ADA DI E-BOOK)
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu
  • Assalamualaikum Cinta
  • TURUN RANJANG.   **END**
  • Zidan With Syakira
  • Ketika Hidup Bukan Hanya Untuk Hari ini

Hari ini, Ayah membawa kami pergi dari Ibukota dan memilih kota Yogyakarta sebagai tempat singgah sementara; katanya. Tepatnya di Rumah Oma yang terdapat keluarga besar yang dari dulu tinggal di sana. Canggung, banyak berpikir buruk tentang mereka karena sikap yang diperlihatkan. Di Jakarta saja Aku dengan Ayah, Bunda dan ketiga Adikku saja tidak memiliki hubungan yang begitu dekat. Apalagi di sini? Semakin asing dan terasa diasingkan. Namun, sepertinya mata dan hatiku sedang tertutup rapat selama di kota ini. Aku menganggap Yogyakarta bukanlah tempatku. Aku tidak bisa ada di sana. Apa kalian juga berpikir seperti itu? Pasalnya, ada beberapa manusia yang kutemui di sini, salah satunya si manusia itu. Dan kembali ke hal utamanya, mata dan hatiku sedang tertutup kala itu. Semua akibat terlalu gelisah mengenai rumah besar Oma ini, tentang segala yang berada di dalamnya. [[Cerita ini sedikit mengulik tentang perasaan seorang remaja perempuan yang mendapat peran sebagai kakak pertama. Dunianya hanya penuh dengan dirinya sendiri; fotografi salah satu di dalamnya. Namun, selalu terbesit dalam hatinya untuk berbicara pada dunia. Ia ingin lebih dari ia yang sekarang, ia selalu merasa tak pernah menjadi seorang kakak, ia tak pernah merasa menjadi sesosok teman, ia hanya ingin seperti manusia lain yang terlihat biasa saja dengan manusia lainnya. Tentu ingin menjaga keluarganya, bukan dengan tetap bungkam. Ia ingin bersuara dengan berjuta makna katanya. Namun, apakah bisa? Rasanya tidak kalau ia masih membuka mata dan hatinya untuk dunia; terutama orang-orang yang ia temui di Yogyakarta.]] Update setiap JUMAT👀

More details
WpActionLinkContent Guidelines