Sedna
  • WpView
    Reads 2,150
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Mon, Aug 10, 2020
Lembaran-lembaran yang tlah lama tersimpan, kini berani ku keluarkan Kau pernah kuabadikan sebelum memilih menjadi kenangan Sebab cinta tak bersuara, aku menjelma aksara Mengukir cerita pada puisi yang tak juga punya makna. Ilustrator : S R Wijaya
All Rights Reserved
#697
hujan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regrets of Love
  • My Duchess / End
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~
  • Be Mine [COMPLETED]
  • Is LOVE
  • Coretan Kecilku Untukmu #wattys 2019
  • The Fate Of My Life (END)
  • BREATHE
  • Meninggalkan Tanpa Pamit

Kamu berhasil menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya. Semua tampak jelas bagaimana caramu menjagaku. Hingga aku mendengar kata yang sudah lama kunanti terucap dari bibirmu. Cinta... Begitulah kedengarannya, sangat manis bukan? Tapi tidak bagiku. Kamu mampu menanam kuat kata cinta dalam hatiku dan membuat kata cinta menjadi hancur. Mungkin bagimu cinta telah lenyap begitu saja terbawa oleh angin, sama seperti jiwamu yang telah hilang di mataku, namun tidak di hatiku. Suatu ketika dia hadir membawa cinta. Aku mulai meragukan apakah cinta benar nyata. Haruskah kubuka kembali pintu hatiku yang telah lama tertutup karena kamu berada didalamnya? Sanggupkah aku melupakanmu dan membuang jauh kenangan yang telah kita ciptakan? Apa mungkin jika suatu saat nanti kamu dan dia berada dalam satu hati yang sama? Sangat disesali jika hal itu benar terjadi. Namun, dia mewujudkan kemungkinan itu dengan caranya sendiri. Akankah kusebut kisah yang Tuhan gariskan adalah penyesalan cinta?

More details
WpActionLinkContent Guidelines