Story cover for Juminten by DianElmala
Juminten
  • WpView
    Membaca 1,976
  • WpVote
    Vote 65
  • WpPart
    Bab 12
  • WpView
    Membaca 1,976
  • WpVote
    Vote 65
  • WpPart
    Bab 12
Bersambung, Awal publikasi Okt 12, 2018
Seandainya waktu bisa diulang kembali ke masa lalu, maka aku akan tetap memilih jalan ini. 

Jalan cinta yang teramat terjal, curam dan dipenuhi dengan duri-duri tajam.

Aku menyadari bahwa mencintaimu adalah hal terbodoh yang pernah kulakukan dalam hidupku. 

Aku juga menyadari bahwa jasad dan hatimu tidak akan pernah bisa kumiliki, meski aku terus menerus mengiba dan mengeluarkan berjuta juta kubik air mata. 

Terlampau jauh jembatan perbedaan yang terbentang di antara kita. 

Aku, hanyalah seorang wanita buruk rupa yang mendamba pangeran berwajah tampan datang menawarkan cinta. 

Luka bakar yang telah mengering ini membuatku seperti monster hidup dan memenjarakanku dalam sepi. 

Aku memang sungguh lancang.
Bagaimana bisa anak seorang pembantu berani menaruh hati pada anak tuannya?

Terlebih, kaupun telah bersanding dengan bidadari nan cantik jelita. Anak konglomerat yang telah sah menjadi istrimu.

Sungguh, betapa aku ingin sekali melupakanmu. Membuang jauh semua rasa yang tidak akan pernah menjadi nyata.

Tapi aku tidak berdaya. Cinta ini telah mengurat nadi. Menghapusnya sama saja menarik rangka dari ragaku.

Maafkan aku yang tidak bisa berhenti mencintaimu, meski hanya sedetik.

Seperti kisah cerita dalam dongeng beauty and the beast, aku berharap suatu saat hidupku akan bahagia. 

Kau, pada akhirnya akan mencintaiku sepenuh jiwa

Tapi, apakah itu mungkin?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Juminten ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Your Beautiful Eyes (END)  oleh arkhafa
44 bab Lengkap
Baca dulu 3 part ya, kalau seru maka lanjutkan hehe Happy Reading dan jangan lupa Vote sebelum membaca ya 😇 ________________________________________ Sorot mata yang tajam namun juga indah. siapa sangka aku bertemu lagi dengan mata indah itu setelah sekian lama aku jatuh hati lagi dengan kerlingannya kerlingan mata yang bagaikan senja disore hari Mata itu memang indah namun ada penyesalan mendalam setiap kali aku bertatapan dengannya. Rasa penyesalan yang mendalam dan rasa bersalah yang takut tak termaafkan. Andai kau tau aku telah jatuh hati denganmu, dengan binar mata indahmu Kau adalah penenang bagiku, melihatmu adalah candu untukku. Tapi apa kau akan memaafkan aku Keyra Ulfa Mutiara? Aku mohon jangan pergi lagi dari hidupku Jadilah pelita yang menerangkan hidupku yang penuh kegelapan karena kesalahan. ~Dafa~ Cinta? aku tidak tau apa itu cinta... Aku mendayung sampanku hingga ke tengah lautan Ombak besar sering kali menerjang, Aku sendirian, menghadapi badai yang tak segan menyerang Aku hanya berpegang pada Sang Pencipta Kasih sayangnya menolongku, membawaku menepi pada indah nya pulau Desir angin di pulau itu menyejukkanku Ku temukan seseorang yang begitu sangat membuatku jatuh hati ketika aku melihatnya senyumnya memberikan rasa nyaman tersendiri Tapi bagaimana jika dia yang aku cintai adalah orang yang telah membuatku juga berada di tengah lautan. membuatku menerjang badai besar dengan hempasan ombak tanpa ampunan Haruskan aku memaafkannya dan menerimanya? Oh Allah lapangkanlah hati ini agar mampu mencintainya dan menerima kesalahannya ~ Keyra ~
UTOPIS || Anthony Ginting  oleh elen_rue
45 bab Lengkap
Memintamu untuk mencintaiku, mungkin hanya khayalan ku saja. Kenyataan kau tak akan pernah menerima hadirku Sama halnya dengan gemerlap bintang Sama pula dengan semburat warna pelangi Segala ciptaan yang indah Mungkin hanya diciptakan untuk ku pandang Dan bukan ku miliki Bagaimana rasanya jika kalian menikah dengan orang yang kalian idolakan ? Bagaimana rasanya tiap kau terbangun di pagi hari, kau akan dihadapkan dengan mata indah milik suamimu yang sejak dulu kau kagumi ? Pasti menyenangkan, kau bahkan nyaris tak pernah memimpikannya apalagi mengharapkan jadi Nyata. Percayalah kehidupan bahagia itu hanya utopis atau biasa kalian katakan sebagai khayalan. Pria yang selalu ku dambakan menjadi pendampingku yang akan gantikan ayah untuk menjagaku, nyatanya justru menghancurkan semua mimpiku perihal pernikahan. Setiap hari ku kini seolah menjadi tabungan derita dan air mata. Dia tak pernah mencintaiku, dia tak pernah mengharapkan aku, bahkan dia dengan tega membiarkan calon buah hatinya yang nyaris saja mati. Penderitaan itu kian bertambah dengan hadirnya seorang pria yang mengaku sebagai sahabat baik suamiku, dia baik, dia sangat baik. Tapi kehadirannya Justru menambah luka yang parah bagiku. Dia suamiku Anthony Ginting menuduhku dengan tuduhan yang bahkan tak pernah aku lakukan. Mampukah aku menjalani semua ini kedepannya ? Sanggupkah aku bertahan dengan pernikahan tanpa bahagia ini ? Apapun itu biarkan sang waktu yang menjawab
Truth After Love (Tamat, segera terbit) oleh tiaxyl
36 bab Bersambung Dewasa
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
You're Here, But Not For Me oleh MyMiela
8 bab Bersambung
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Pengantin Bayangan (SELESAI) cover
Gairah Terlarang Karena Ceritamu cover
Your Beautiful Eyes (END)  cover
UTOPIS || Anthony Ginting  cover
KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan) cover
RANNA cover
Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔) cover
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
You're Here, But Not For Me cover
TAKDIR ALLAH [End!] cover

Pengantin Bayangan (SELESAI)

46 bab Lengkap Dewasa

(BOLEH FOLLOW SEBELUM BACA!!) *** Sempurna. Itu adalah satu kata yang menggambarkan dirinya. Tampan, mapan, tidak banyak bicara, protes, atau bahkan menolak semua keinginanku. Apa pun yang aku katakan, dia akan selalu mengangguk dan melakukannya. Bahkan mungkin saja--sekalipun dia tidak menyukainya. Dia akan tetap melakukannya. Itulah kenapa aku selalu menyebutnya sebagi suami sempurna. Aku tidak pernah tahu isi hatinya. Tapi karna aku tidak tahu isi hatinya, aku takut mencari tahu. Kami menikah bukan atas keinginannya, tapi di luar itu, dia berusaha keras untuk melakukan kewajibannya sebagai suami yang aku inginkan. Padahal, yang aku inginkan adalah dia bisa bersikap layaknya suami pada umumnya. Menolak ketika tidak suka, atau bertengkar dengan sesuatu yang kadang membuat kami tidak nyaman satu sama lain. Setelah itu berbaikan dan kembali bersikap biasa-biasa. Bukankah perdebatan-perdebatan kecil dalam rumah tangga itu biasa? Lalu kenapa dia tidak bisa? Sampai satu hal yang aku takutkan benar-benar terjadi. Karna nyatanya, dia tidak menginginkanku. Aku hanyalah Pengantin Bayangan di sini. Menggantikan seseorang yang tak bisa dia miliki.