JARAK
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 3, 2018
Melihat sifat tidak sopan anaknya, anton langsung berdiri dan menampar pipi mulus anak kandungnya. "jaga omongan kamu Rania, dimana sopan santun mu, dia adalah ibumu juga" bentaknya. Rania terkejut, hari ini adalah untuk yang pertama kalinya sang ayah menampar dan membentaknya. Jujur, rania sangat merindukan sentuhan lembut dan kasih sayang sang ayah seperti saat bundanya masih melengkapi keluarga mereka. Tapi, sekarang yang ia dapatkan hanyalah tamparan keras dan bentakan yang seolah ia memang tak di inginkan. "aku tak punya sopan santun karna ayah tak pernah mengajarkan aku tentang itu, dan ibuku hanyalah bunda yang sudah ada disurga" teriaknya bertepan dengan setetes air mata meluncur dipipinya.
All Rights Reserved
#680
jarak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RAFRAN [COMPLETED] ✓
  • Regan dan Cintanya [END]
  • PAMIT (END)
  • CIRAKA
  • RENJANA DERANA [END]
  • Andai Kau Tau
  • PutriRaja
  • luka si bungsu | END.
  • Our Path Diffrent
  • Jejak wasiat kakakku

Rania kira, ini hidup dia sesungguhnya. Ternyata salah, ada hal lain yang membuat dirinya terguncang. Ia berada di dunia mimpi seseorang dan sialnya dia tak pernah menyadari itu. Bertemu dengan Rafa adalah hal paling buruk dalam takdirnya. Dia jahat dan selalu mengatakan bahwa Rania menyusahkan. Rafa yang tengah mencari kebahagiaan dan Rania yang menyembunyikan sejuta rahasia. Mampukah ia menjadi dandelion untuk Rafa? Aku sudah memintamu untuk kembali, bahkan berusaha meyakinkan luka. Tapi, mengapa rasanya berbeda saat kamu menatapku penuh benci? Memang benar, tak seharusnya aku dan kamu bersama, layaknya bunga dandelion dan angin. Satu kali tiupan mengubah segalanya. -Rania Adisty

More details
WpActionLinkContent Guidelines