Umbrella

Umbrella

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 12, 2018
" kamu tahu hakikat payung ?" "Melindungi saat kita kehujanan, bukan?" "Kalau untuk melindungi kenapa engga pakek mantel hujan saja? Itu lebih efektif, ra" ucapnya sambil tersenyum hangat padaku. "Iya juga" "Payung itu seperti kita ra. Kita melindungi satu sama lain" "Kita akan seperti ini selalu kan, ndu? " itu masalahnya ra. Kita berbeda. Seperti awan dan angin. Kamu angin yang membuatku bergerak. Walau sebenarnya aku hanya ingin diam di satu titik" *** Bagi seorang ara pandu adalah dunianya. Namun bagi pandu, ara adalah dunia yang tidak ingin ia datangi. "Bagi dunia mungkin kamu hanya seorang ndu, tapi bagi seseorang bisa saja kamu adalah seluruh dunianya"
All Rights Reserved
#270
teens
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • FEARLESS || JAYISA
  • Rasa 2 Pekan
  • Parachma [END]
  • ZIELA
  • Hujan (Completed)
  • Fira Florin
  • PENUNGGU BIOSKOP
  • The Mistake of My Life

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines