Story cover for Someday by JenieBisik4
Someday
  • WpView
    Reads 474
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 474
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 15
Complete, First published Oct 12, 2018
Mature
Jenie Stuart seorang karyawan biasa yg bekerja di perusahaan sang sahabat masa kecilnya dengan giat hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup 
"Permisi Mr. saya hanya mau mengantarkan berkas yang di suruh Bu Mia untuk di tanda tangani"
"Taruh disitu dan silakan pergi"katanya yang masih sibuk  dengan lembaran2 kerjanya
"Dasar Devil jelek lihat saja suatu hari nanti kau akan bertekuk lutut dihadapanku INGAT itu SUATU HARI"
All Rights Reserved
Sign up to add Someday to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
If we can together by lubiksgarapan
7 parts Ongoing
ruangan itu terasa sunyi hanya ada kegelapan di dalamnya bersama kenangan yang ada. seorang pria terlihat sendirian di atas kasur tak nyamannya, meringkuk sedih sambil menangis. meratapi kisah nya yg terlalu sadis untuk di ingat. kehilangan orang tercinta membuatnya kehilangan kewarasan. ***** "sayang, aku pergi dulu tolong jaga diri baik-baik ya" itu adalah kata terakhir yang terucap dari mulutnya yang ranum. senyuman kecil nya berubah menjadi wajah datar yang desuta belum lihat sebelumnya. tangan yang hangat mencengkeram erat kini melemah dan dingin, tidak ada ada lagi gelak tawa di antara mereka, hanya tangis dan kesedihan yang memenuhi ruangan itu. malam itu dunia terasa seperti runtuh dalam sesaat bagi desuta kehilangan seseorang yang dia cintai sampai saat ini belum dia temukan obatnya. kini tubuh cantik itu akan dipindahkan, para dokter dan staff memastikan bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. tubuh mulai diangkat dan ditempatkan di trolly perlahan staff mulai mendorong nya ke kamar jenazah. desuta yg dari awal terlihat tegar dan kuat kini berubah menjadi bayi dewasa yang cengeng ia berteriak dan mulai menangis saat ia melihat trolly di dorong menjauh. beberapa temannya mulai membujuknya utnuk tenang dan ikhlas dan tetap saja tangisan itu memecah keheningan ruangan icu. itulah sedikit sipnosis dari serita ini kalau kalian penasaran bagaiaman kisahnya bisa kalian baca disini................... selamat membaca by lubiks garapan
You may also like
Slide 1 of 10
Kopi & Deadline (On Going) cover
If we can together cover
150 DAYS-END- cover
[KAS #1] King And Queen (Of The Underworld) cover
BESTFREND cover
The Forbidden Choice (END) cover
Two Different Lives (END) cover
NARARYA || END✔️ cover
AKU DAN KAMU || JAYWON ✅ 🔞 cover
TRAPPED OF DEVIL KIM 🔚 cover

Kopi & Deadline (On Going)

6 parts Ongoing

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️