Senja, Kamu & Rindu

Senja, Kamu & Rindu

  • WpView
    Reads 411
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 27, 2020
"Jadi, mari buat cerita bersama. Kau dan aku. Hanya kita. Takkan ada tokoh ketiga bahkan seterusnya". Semua orang pasti punya keinginan dan khayalan bahwa semua hal indah akan menjadi kenyataan. Sampai terkadang lupa akan sebuah guratan takdir sang pencipta yang bisa dengan mudah mengganti alur, menambah konflik, atau menambah bahkan mengurangi tokoh dalam kisahnya, dengan ending sebuah harapan semua tokoh mengerti pesan akhir yang sungguh luar biasa. Berlaku juga dalam hidup seorang tokoh dalam kisah ini yang menginginkan sosok istimewa di masa kecilnya hadir kembali tanpa membawa sosok lain. Bahagia dari fajar menyapa hingga senja menutup harinya. Menyalurkan rindu yang sudah menumpuk sedari dulu dan bercengkrama tentang segala hal sambil membuat perahu kertas bersama. Ia sungguh sangat menyukai es. Selalu membayangkan pergi ke antartika supaya bisa menikmati es sepuasnya. Bagaimana hidupnya setelah di dunia nyata, ia justru dihimpit dua kutub es yang luar biasa dinginnya. Yang pertama ia sebut manusia kutub dan kedua antartika berjalan. Ia mampu menghangatkan manusia kutub, apakah ia mampu menghangatkan 'antartika berjalan' dan membuatnya luruh perlahan?. Kisah ini berisi begitu banyak pengharapan. Memang berharap tak ada salahnya, tak ada larangan apapun di dalamnya. Tetapi, harapan semu yang menggebu tak selalu berakhir bahagia, bukan?. Bisa saja justru sebaliknya. Apakah akhir yang para tokoh harapkan, sama seperti yang dilukis sang pencipta , atau justru sebaliknya?. Inilah kisah antara Senja , Kamu & Rindu yang akan menemani kalian, menghiasi hari kalian dan semoga bisa mengisi kekosongan hati kalian. ☆☆☆ Selalu suport terus ya, salam manis -Dill♡
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Behind The Smile
  • A R S E A N A
  • Auri, Cigarettes and Life
  • Dua cangkir satu Meja
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • ketika senja menyapa
  • The Dark Side(END)
  • JAM 3 SORE
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines