2 Heart [HIATUS]

2 Heart [HIATUS]

  • WpView
    OKUNANLAR 240
  • WpVote
    Oylar 56
  • WpPart
    Bölümler 10
WpMetadataReadYetişkinDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Per, Ara 27, 2018
Julia Bolehkah aku mengucapkan selamat pagi setiap paginya? Bolehkah aku egois untuk memiliki keduanya? Bolehkah aku terus mencintainya? Aku takut kehilangan mereka.. --- Reece Aku mencintainya.. Aku Sayang padanya.. Aku selalu rindu dengannya.. Tapi mengapa ia menghianati?? Apa belum cukupkah aku di hidupnya? --- Blake Aku terlalu bodoh tuk mencintainya.. Aku telah tertipu selama 8 bulan dengannya.. Cihh.. MUNAFIK.... Bangsaaatttt..... --- Dilarang mengcopy.. jangan menjadi Sider guys, DOSA... Enjoyy guys...❤
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • You're Here, But Not For Me
  • ANGKASARAYA 2 [END]
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Dear, You!
  • JANUS
  • ALISHA (end)
  • Alasan Dylean [End]
  • The Rain [SoonHoon]
  • FATE LOVE Sϋnsϋn [end]✓

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi