We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Stalker

Stalker

  • WpView
    Reads 49,347
  • WpVote
    Votes 3,920
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 5, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tiba-tiba Angga mengeluarkan sesuatu dari belakang. Sepertinya dari saku celananya. Membuatku was-was dan mundur selangkah. "Ini." Angga menyerahkan.. pisau lipat? "Buat apa?" Aku sudah mengambil ancang-ancang kabur, kalau-kalau Angga menjawab akan menggunakannya untuk membunuhku. Bukannya menjawab, Angga justru kian mendekatkan pisau lipat itu padaku. *** Aku pikir malam itu adalah kali pertama dan terakhir aku melihatnya, 'dewa penyelamat'-ku, Angga. Tapi, ternyata dugaanku salah. Aku justru melihatnya dimana-mana. Maksudku, aku terus bertemu Angga. Dua hari setelah malam itu, aku bertemu Angga di tempat lesku. Kurang lebih seminggu kemudian, tiba-tiba dia sudah menjadi teman sebangkuku. Apa hanya aku yang berpikir kalau ini bukanlah kebetulan? Aku merasa.. sedikit ketakutan. (Belum revisi)
All Rights Reserved
#630
angga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Anggara | school series [End]
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • ALGIS ✓
  • Our Years
  • Transmigrasi Kiara & Lisa
  • Still Here (COMPLETED)
  • Sultan; Sweet but Psycho (End)
  • PEKA DONG!
  • I'm Into You, Lily ✓

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines