GAELA
  • WpView
    Reads 48,839
  • WpVote
    Votes 2,317
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 10, 2019
[BOOK 2 : Si Gaga dan Si Ela] Bagi Gaga, Reggae adalah kehidupannya di dunia yang kedua. Mencintai lantunan atau tempo musik lambat membuatnya tenang. Gaga punya satu keunikan dan hanya dirinya yang memiliki keturunan gen langka dari sang Mama. Gaga tidak bisa bohong. Jika bohong, maka dia akan cegukan sekali dua kali. "Gue suka lo!" pekik Gaga. Hik. Satu detik kemudian, terdengar cegukannya. Menandakan Gaga sedang berbohong. Sering mendengar Gaga berbicara seperti itu kepada siapapun. Tapi, Misela sahabat sedari kecilnya tidak pernah menganggap Gaga serius. "Ela gue suka lo," ucap Gaga dengan lembut. "Pret, bego!" Misela menjitak kepala Gaga. Namun. Misela sangat tahu lelaki ini kalau dia bohong tapi tidak ada tanda-tandanya. Gaga menutup mulutnya. "Nggak cegukan, La." Akan ada ruang segitiga yang mengitari mereka. Gaga akan sadar siapa orang yang paling berarti di hidupnya selama ini. Orang ketiga bukan perusak dia hanya datang yang salah alamat lalu akan pergi ke tempat tujuan. -Sequel Of The Knave Boy Gaga Xavier Alderio Misela Arsania Jenner
All Rights Reserved
#941
fakenerd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Abu Abu [ completed ]
  • ANTARES
  • Friendship In Love
  • REGRET
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Asyaqila [SUDAH TERBIT]
  • Impossible
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • RAGARA [ on going ]
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines