GAELA
  • WpView
    Reads 48,839
  • WpVote
    Votes 2,317
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 10, 2019
[BOOK 2 : Si Gaga dan Si Ela] Bagi Gaga, Reggae adalah kehidupannya di dunia yang kedua. Mencintai lantunan atau tempo musik lambat membuatnya tenang. Gaga punya satu keunikan dan hanya dirinya yang memiliki keturunan gen langka dari sang Mama. Gaga tidak bisa bohong. Jika bohong, maka dia akan cegukan sekali dua kali. "Gue suka lo!" pekik Gaga. Hik. Satu detik kemudian, terdengar cegukannya. Menandakan Gaga sedang berbohong. Sering mendengar Gaga berbicara seperti itu kepada siapapun. Tapi, Misela sahabat sedari kecilnya tidak pernah menganggap Gaga serius. "Ela gue suka lo," ucap Gaga dengan lembut. "Pret, bego!" Misela menjitak kepala Gaga. Namun. Misela sangat tahu lelaki ini kalau dia bohong tapi tidak ada tanda-tandanya. Gaga menutup mulutnya. "Nggak cegukan, La." Akan ada ruang segitiga yang mengitari mereka. Gaga akan sadar siapa orang yang paling berarti di hidupnya selama ini. Orang ketiga bukan perusak dia hanya datang yang salah alamat lalu akan pergi ke tempat tujuan. -Sequel Of The Knave Boy Gaga Xavier Alderio Misela Arsania Jenner
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible
  • Abu Abu [ completed ]
  • ASTERLIO [SELESAI]
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • RANZARES
  • DEAR US (SELESAI)
  • LEOTA (TAMAT) #S3
  • Satu Langkah
  • ARGLADIS
  • RAGARA [ on going ]

[SLOW UPDATE] Mungkin, kali ini dia hanyalah pendatang. Tapi, bagaimana jika suatu hari nanti dia lah yang menjadi penopang? ________ Cerita ini bermula ketika Ghea Andara, cewek pecinta seni yang berniat membongkar kasus kematian sahabatnya, Clara Anindita. Setelah kepindahannya dari SMA Pelita ke SMA Angkasa, membuat kehidupan Ghea semakin rumit. Terutama tentang kisah cintanya. Diluar dugaannya, orang yang selama ini ia cari ternyata bersembunyi di balik sifat baiknya. Apa yang dirasa baik, nyatanya tak sebaik apa yang dipikirnya selama ini. Mustahil kah jika siapa saja bisa menjadi pelakunya? *** "Gak mungkin dia..," lirihnya seraya membekap mulutnya tak percaya. "Tapi kalo kenyataannya seperti itu, kita gak bisa apa-apa," "Gak!" "Ini mustahil!" "Gak mungkin!" "Bagaimana bisa?!" Ia hanya bisa menatap gadis di depannya ini dengan wajah sendu. Kini, jiwa itu seolah rapuh. Seakan tak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang berhasil singgah di hatinya, ternyata adalah orang yang membuat nyawa sahabatnya melayang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines