anak pesisir

anak pesisir

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 21, 2019
Aku terlahir dari keluarga yang tak berpendidikan ataupun orang kaya seluruh kampung memandang remeh kehidupan sederhanaku aku meninggalkan tanah pesisir ku beranjak ke kota, bergaul siapa saja tak peduli latar belakang mereka, semua hal yang baru ku jumpai ku jalani semua sebagai pengalaman hidup sekaligus sebagai ajang pendewasaan namun hal itu membuat ku bingung, zona nyaman ku entah dimana ? Aku terkadang merenung, diam dan tercengang hidup ku begitu keras dan kelam kupaksa diriku tersenyum dan tertawa, rasa hampa membuat ku berangan-angan yang tak jelas. Rambut gondrong yang membuat ku tangguh dan tabah menjalani hidup ku meskipun itu berat, Rokok sebagai pelarian frustasi, puncak gunung sebagai tempat perenungan ku, saudara ku di KPAS sebagai teman bercerita, wanita sebagai penghibur ku. Karna aku terlahir dari keluarga yang tak berpendidikan maka aku sekolah, dan pula aku terlahir bukan dari keluarga yang kaya maka aku berusaha dan berjuang untuk mendapatkan.y "Aku hanya ingin merasakannya jua tapi itu bukan ambisi hidupku" WAJARLAH
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVIN (On Going)
  • Antara aku dan dunia
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Embun Pagi
  • Mahligai Sunyi
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • MAP OF THE SOUL: City of Dream (END)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • A R S E A N A
  • Hai, Kak! (END)

⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD

More details
WpActionLinkContent Guidelines