We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Boy That I want [Revisi]

The Boy That I want [Revisi]

  • WpView
    Reads 16,980
  • WpVote
    Votes 150
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 9, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
18+ Kejadian beberapa tahun yang lalu membuat Jesslyn sangat membenci Kafka. Akhirnya Jesslyn memutuskan untuk memulai hidupnya yang baru di Boston, USA. Namun nasib membawanya kembali pada pelukan Kafka. Jesslyn tak bisa menghindar dari Kafka, karena Kafka selalu mengikuti dirinya. Kafka bukanlah yang dulu, sekarang dia lebih posesif terhadap Jesslyn. Mereka di pertemukan pada situasi yang sangat membingungkan. Tapi satu hal yang pasti, perasaan Jesslyn pada Kafka tidak pernah berubah. Dia selalu menginginkan Kafka lebih dari apapun. *** Aku menghentikan langkahku saat Kafka memanggil namaku. "Kau harus menjahuiku Kafka, aku bukan Jesslyn yang dulu. Aku sudah mempunyai tunangan." Aku menghela napas saat mengucapkan hal itu di depan Kafka. "Aku tak peduli. Aku tak akan membiarkanmu menikah dengan siapapun selain denganku." Kafka memelukku erat dan menciumku. Di lain sisi, Kevin, tunanganku, melihatku dengan Kafka berciuman.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AL AL GANG [Complicated]
  • Look at Me, Elle [Bahasa Indonesia]
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • DIA JEVANO || END
  • Our September Moments (Complete)
  • Walk Alone
  • Miss You Love
  • Locked With You, Sagara! || [young marriage]
  • BACK to DECEMBER (GL)

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines