Psycostory✔

Psycostory✔

  • WpView
    Leituras 94
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jul 19, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
"Weh liat adek kelas kita! Ganteng nya ngalahin Price Manurios! Haduh, gue harus dandan nih yang cantik!." "Lo suka sama dia Vi? Jangan loh..." "Alah, bilang aja lo mau manas-manasin gue biar gue gak deket sama dia kan? Lo sirik kan?." "Ngga Vi, gue cuma mau ngasih tau ke lo kalo...." "Kalo apa Zu?." "Kalo dia.... PSYCOPATH!!." Sejak saat itulah seorang Daffa menutup diri dari lingkungan. Daffa selalu sendiri. Ia tidak berani bergaul, dan mengobrol dengan teman nya. Daffa berusaha menyimpan sendiri kesedihan yang di alami nya. Daffa akan berusaha mencari seseorang yang bisa menampung semua cerita nya. Tapi siapa dia? Daffa akan mencari sekuat tenaga nya. Itulah Daffasyah Pratama Diovan. [Mengandung kata kasar! Dan banyak dialog. Semoga suka:)] This my 2nd story:)
Todos os Direitos Reservados
#689
psycopath
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ANYELIR (END)
  • PacarkuPshycopath (TAMAT)
  • LITTLE GIRL
  • Broken Home [Alexa-Kang Daniel]
  • When his name is
  • Fierce Love
  • Possessive Psychopath (TERBIT)
  • Dunia Davin
  • OVERDOSE !

"Psikopat" "Pria itu seorang psikopat" Zia terkejut mendengar teriakan anak kecil. Apa maksudnya psikopat, siapa yang psikopat? "Jangan mendekat, ruangan itu milik psikopat" "Pergi...!" Dia menyuruh Zia pergi dari ruangan ini? Orang yang berada didalam kamar berbahaya atau tidak? "Ada psikopat!" "Pembunuh, pria itu pembunuh" "Psikopat pembunuh...." "Ibuku dibunuh dia..." "Psikopat pembunuh ibuku!!!" Seorang anak kecil berteriak-teriak menyuruh Zia pergi dari hadapan kamar yang terkunci. Zia yang melihatnya hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepala. "Adinda Pricilla, ayo pergi dari sini." "Suster Dewi," cicit Zia. Anak kecil itu pergi sambil terus menggelengkan kepalanya. Peringatan yang anak kecil itu berikan bermaksud menjauhkan Zia dari masalah. Akan tetapi Zia justru menganggap Pricilla bicara omong kosong. Karena dia hanyalah anak kecil yang terganggu kejiwaannya. Apakah zia tetap masuk kedalam kamar pasien yang ada di hadapannya. Atau justru mengerti peringatan dari Pricilla.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo