Imperfect Love

Imperfect Love

  • WpView
    LECTURAS 739
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadConcluida mar, oct 16, 2018
BASED ON TRUE STORY Punya cinta tapi beda agama, ini lah yang terjadi di kehidupan cinta Rama dan Ema. . . . "Aku bisa saja mendapatkan wanita yang jauh lebih cantik dari kamu, tapi apakah ada yang bisa memberikan kenyamanan yang kamu berikan ke aku". *** "Kamu tahu Rama, cinta bisa datang kapan saja, tidak mengenal waktu, tidak memilih orang, tapi cinta bisa saja pergi, meninggalkan kenangan yang indah atau buruk, dan sekarang aku sedang merasa gelisah, aku takut cinta kita meninggalkan kenangan yang buruk". "Hanya pria yang jantanlah yang akan meninggalkan kenangan indah untuk seorang wanita". *** "Jangan gitu Rama, cintailah wanita kamu melebihi cinta kamu ke aku". *** "Yah... Kita harus tunjukkan kedunia, bahwa untuk sebagian orang cinta dengan perbedaan agama memang tidak bisa bersatu, tapi buat kita cinta dengan perbedaan agama dapat mengukir kenangan yang mungkin tidak dipunya oleh pasangan lain dan bisa berakhir bahagia". *** "Sekali lagi maafkan aku Ema, suatu saat nanti aku dan kamu akan menemukan pasangan hidup yang lebih baik, tapi andai kamu tahu, diantara deretan mantanku, kamulah yang terindah". *** https://youtu.be/X0YDGxu1dCQ https://youtu.be/HN9hnaHNgDQ https://youtu.be/SslfJHKG_64
Todos los derechos reservados
#9
moslem
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Antara Timur Dan Barat [END]✔
  • Standing With You (gxg) (completed)
  • Bulol [NOMIN]✔
  • U'RE MINE [END]
  • Fall in love with Ghost
  • Raina Maramitha
  • Alexa, Sebuah Cinta Beda Keyakinan

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido