Bagi Harry, seorang profesional di bidang Learning & Training Development di bilangan Rasuna Said, perjalanan pulang menuju Cibubur selalu terasa menjemukan. Namun, segalanya berubah sejak ia memutuskan melakukan putaran balik yang tak biasa di Jalan Transyogi. Di balik pintu kaca sebuah minimarket, ia menemukan kembali sosok yang selama tujuh tahun ini menjadi standar kebahagiaannya: Lona.
Pertemuan itu tidaklah romantis. Tidak ada pelukan atau kata-kata puitis. Yang ada hanyalah kegugupan luar biasa, insiden salah ambil barang yang memalukan, dan percakapan kaku di depan mesin kasir.
Harry mengira waktu telah menghapus jejaknya dari ingatan Lona. Ia takut jika keberaniannya untuk menyapa hanya akan berujung pada kekecewaan, mengingat mereka dulu hanya sebatas saling pandang dalam diam saat berseragam Paskibraka. Namun, sebuah notifikasi pesan singkat dan pengakuan tak terduga di bawah lampu merkuri jalanan mengubah segalanya.
Ini adalah kisah tentang rasa yang mengendap, tentang dua orang yang mencoba merakit kembali kepingan puzzle masa muda yang tertunda, dan tentang menyadari bahwa perjalanan pulang tidak selamanya harus dilalui sendirian.
Tüm hakları saklıdır