Still Expecto

Still Expecto

  • WpView
    Reads 292
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 9, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Apakah sesulit ini menebak cerita di naskah akhir, padahal semua memori tertuang disana untuk seseorang, seseorang yang telah lama ditunggu pulang. Saat kita sedang merasa bahwa semua menyakitkan dan kita hanya sendiri saat semua meninggalkan, cukup diam dan percaya saja. ''Rencana Tuhan jauh lebih indah dari sekedar yang kita harapkan'' - natta Always trust and continue to hope , kuncinya adalah tetap miliki harapan. "Bahagia itu datangnya dari mana saja kan ta? kayak yang kamu bilang, bahagia itu disaat kamu tenang dan nyaman, iya dan aku dateng kesini mau buat kamu tenang dan nyaman, aku mau kamu bahagia." - mars Dan ini rasaku, ini perasaanku, ini hatiku, untuk-nya '-Nya' bisa tolong tunjukkan dirimu, siapa kamu?
All Rights Reserved
#840
teens
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Stupid Love [END]
  • FIZYA
  • ANATHAN  || END
  • [END] Blind Rainbow
  • Dia dan Ilusiku [Completed✔]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Shivviness[END]
  • I Love You

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines