Shape
  • WpView
    Reads 969
  • WpVote
    Votes 137
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 25, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Mungkin ini hanyalah cerita yang mirip dengan cerita pada umumnya. Berawal dari kenyamanan dan berakhir dengan kesalahpahaman. Begitulah kisah anak laki-laki dan anak perempuan ini berakhir. Awalnya mereka selalu bersama. Mulai dari makan, main, mandi, bahkan tidur pun mereka selalu bersama. Mereka selalu bermain berdua dan tidak pernah saling meninggalkan. Mereka memang salah paham. Tapi itu bukanlah akhir dari kisah pasaran mereka. 16 Oktober 2018 -bunniebears
All Rights Reserved
#540
hayalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Tentang Kita
  • Paguyuban lima sekawan✔️
  • Serpihan Luka
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Tangled Hearts
  • Back For Me (Completed)
  • ZiAron [END]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines