Line Of Destiny

Line Of Destiny

  • WpView
    Reads 14,147
  • WpVote
    Votes 422
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 18, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
-Follow sebelum membaca✔ -Tambahkan ke readinglist dan perpustakaanmu✔ -Berikan Vote sebagai tanda menghargai karya seseorang✔ -Dilarang plagiat dengan embel² terinspirasi✔ [Judul awal: Guru Laknat] ______________________________________________ "Pak kenapa sih suka banget nyuruh saya ngerjain soal didepan?! Kan bapak udah tau kalo saya pasti gak bisa jawab. Apa jangan-jangan bapak naksir yaa sama saya?" hahaha iseng sama guru gapapa kan?. -Syakilla Anatasya Jordan. "Iya saya suka sama kamu! Mau kan kamu jadi pacar saya? jadi istri juga boleh." hahaha mampus tuh bocah gue kerjain malu kan lo! suruh siapa mau ngerjain gue?! sampe murid yang lain pada bengong gara-gara gue ngomong gitu. -Varrel Geraldi. Yaiyalah pada gak bengong gimana coba mana ada guru yang nembak muridnya, apalagi saat jam pelajaran dimulai. Mohon maaf bila ada kesalahan, saya membuat cerita ini tidak bermaksud untuk menjelekkan. Cerita ini dibuat hanya untuk mengisi waktu luang saya. ______________________________________________ "Selamat membaca❤
All Rights Reserved
#98
rumit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut pandang (felisha)
  • ARVELO (Want You With Me)✔
  • Three Targeted Girls!!
  • Converge With You [On Going]
  • 16 : 00 Merindukan Senja [Selesai]
  • AILAH(END)✅
  • Sweet Combat
  • Arsyilazka
  • My Boyfriend Is Like Ice
  • ALETA

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

More details
WpActionLinkContent Guidelines