OM LORENG I HATE YOU

OM LORENG I HATE YOU

  • WpView
    Reads 69,033
  • WpVote
    Votes 94
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Feb 1, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
rank#1 loreng rank #1 penyesalan ~2,87 ribu (23112018) rank #1 senang~1,58 ribu (23112018) rank #1 diam~254 (16012019) rank #1 pilu (01022019) rank #1 ditinggalkan (01022019) dalam cerita ini menceritakan kisah kehidupan seorang wanita yang awalnya terlalu apatis menggenai percintaan tiba-tiba dihadapkan dengan kenyataan yang hingga kini tidak bisa diterimanya. wanita itu kehilangan sosok yang menjadi jati dirinya, wanita itu kehilangan kebebasannya karena pernikahan yang tidak diinginkannya dan sialnya yang menjadi suaminya itu berprofesi sebagai Aparat negara lebih khususnya TNI. JANGAN BAYANGKAN KISAH CINTA SEPERTI DOTS karena kenyataannya tidak akan pernah semanis itu, jika ingin mengguak akan kerasnya kehidupan pernikahan bersama om loreng silahkan baca jika anda tidak kuat menerima kenyataan yang saya ungkap silahkan berpindah ke lapak lain so... SELAMAT MEMBACA
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • at: 12am
  • Takdir Tersembunyi 1 & 2 [SUDAH TERBIT✔️]
  • HELLO WIFE
  • Cita-cita : MENIKAH!
  • Bitter Sweet Destiny [MDS ¦ 2]✔
  • Remember Me
  • Biduk Terbelah
  • My Husband Soldier (TAMAT)
  • CINTA DALAM DIAM
  • AMNESIA
at: 12am

Dia menolak ku. Satu-satunya pria yang pernah menolakku, satu-satunya pria yang berani mendorongku menjauh.. satu-satunya pria yang sangat ku inginkan. Aku akan memilikinya. Sekeras apapun dia mendorong pinggangku untuk memisahkan ciuman ini, sekeras itu pula aku memeluk tengkuknya dan memperdalam ciuman ini. Rasa frustasi telah membutakanku, membuatku nyaris tidak waras dengan rasa cemburu yang memenuhi seluruh tubuh. Mulutnya mengetat, berusaha menolak saat tanganku merambat mengusap bahu dan dadanya yang masih terbungkus kemeja. Mengerang, setelah sebuah kecupan akhir, aku menurunkan ciumanku menuju telinganya. Menghembuskan nafas pelan dan berbisik. "Ada apa? Bukankah kita sudah pernah melakukan ini?" Di pangkuannya, aku menggigit telinganya pelan, sedikit melengguh sebelum kembali menurunkan ciumanku kembali menuju lehernya yang selalu berhasil membuat imajinasiku menggila. Tangannya meremas pinggangku semakin keras, "Lepaskan aku." Dia menggeram, membuatku justru menyeringai dengan sangat senang. "Bagaimana bisa kau menolak keinginan istrimu hum?" Aku berbisik, mengangkat wajahku menatapnya. Bahunya melemah, wajahnya terkejut, diantara alkohol yang mengambil alih kesadarannya aku bisa merasakan sisa kemarahan yang selalu dia tunjukan padaku kembali membara. "Jangan merepotkan dirimu sendiri sayang, kau tau itu akan sia-sia." Aku mengerakan salah satu jariku mengusap wajahnya. Pencahayaan minim dari lampu kamar hotel membuat wajahnya yang selalu menjadi kesukaanku itu semakin terlihat menakjubkan. Dia menatapku marah, rahangnya bergemeretak. "Wanita licik." Aku tertawa, "Memang," Kembali mendekati wajahnya dan menatap bibir tipis menggairahkan miliknya dengan atensi penuh. Tanpa sadar menggigit bibirku sendiri, gemas. "Jika untuk mendapatkanmu, tidak akan ada wanita yang tidak bersikap licik." Aku harus membuatnya jatuh cinta padaku. Hanya padaku. Sean Aldarict

More details
WpActionLinkContent Guidelines