We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
R[L]IE

R[L]IE

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 16, 2018
WpInfo
Non-Fiction
Rambutnya yang hitam dan pupil dikedua bola matanya yang juga hitam bersinar seperti mata pedangnya. Wajah keindahan timur yang khas dengan berbalut kain bercorak bunga. Ekspresi yang penuh dengan kelembutan dan kepasrahan Lekukan tubuh indah yang membutakan mata dan perasaan. Anugerah luar biasa yang diberikan oleh Sang Pencipta "Tapi itu semua adalah kebohongan" Tak ada manusia yang sesempurna itu Tak ada manusia yang seindah itu Tak ada manusia yang sehebat itu Di tanah yang indah Diwilayah barat dunia Tibalah dia dari reinkarnasinya, Tidak Ini bukanlah reinkarnasi Ini pengasinganku Ini hukumanku Atas perbuatanku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI BAWAH LANGIT BERTABUR BINTANG
  • Midnight Rules (HARQEEL AU)
  • Only A Hope
  • Mistwood and the Eyes of Three Fates (Old Ver)
  • Aku Tidak Ingin Seperti Ini
  • 13th Sinners : "An Unknown Hero" [End]
  • Fantasy Boys
  • ZERGAN
  • Dia Semesta

Ezra arsendriya , seorang seniman muda berbakat dengan rambut hitam legam dan mata setajam elang, selalu terpesona oleh elodie. Elodie kavisya a, seorang penulis dengan rambut hitam sedikit kecoklatan dan senyum yang mampu mencairkan es kutub ia juga seorang putri konglomerat yaitu putri dari endi astara pemegang saham terbesar di salah satu industri terbesar didunia, elodie memiliki daya tarik yang tak tertahankan bagi ezra. Keduanya saling mengagumi bak dua bintang yang berputar dalam orbitnya masing-masing, terikat oleh benang tak kasat mata yang terbuat dari kekaguman dan rasa hormat. Ezra melihat dalam diri elodie kecerdasan yang luar biasa dan imajinasi yang tak terbatas, tercermin dalam setiap kata yang elodie tulis. sementara itu, elodie melihat dalam diri ezra jiwa yang mendalam dan bakat seni yang luar biasa, terpancar dari setiap goresan kuas dan setiap patung yang ezra ciptakan. mereka adalah dua jiwa yang saling melengkapi, saling menginspirasi, dan saling mengagumi dalam diam. Namun, di balik kekaguman itu tersimpan keraguan dan ketakutan. ezra takut akan penolakan, takut jika perasaannya tidak terbalas. elodie, di sisi lain, takut akan kehilangan persahabatan yang telah mereka bangun selama ini jika ia mengungkapkan perasaannya. kisah mereka adalah sebuah tarian hati yang penuh dengan ketegangan dan harapan, di mana setiap langkah mendekatkan mereka pada kemungkinan cinta yang besar, namun juga pada risiko kehilangan yang tak terbayangkan. akankah mereka berani melangkah melewati batas kekaguman dan mengungkapkan perasaan mereka? atau akankah mereka selamanya terjebak dalam lingkaran kekaguman yang tak terucapkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines