Ghaitsa

Ghaitsa

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 10, 2019
Blurb: "Menurut lo, gue bisa bikin lo jatuh cinta gak?" tanya Ghaitsa. "Gue? Jatuh cinta sama lo? Gak akan pernah," "Kalo ternyata gue bisa gimana?" tanya Ghaitsa. Laki-laki itu memutar tubuhnya menghadap Ghaitsa. "Gak bakal." "Kalo gue beneran bisa, lo botakin rambut lo oke?" tantang Ghaitsa. "Oke, gue kasih lo waktu satu bulan buat bikin gue jatuh cinta sama lo, tapi kalo ternyata lo gagal, lo harus jadi babu gue selama sebulan, deal?" "Deal." ucap Ghaitsa mantap. °G H A I T S A° Published, 20/01/19 oleh tintapena
All Rights Reserved
#768
hurts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • Promise
  • Bad Liar: Secret Admirer
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • DAKSA [END]
  • DARKASYA
  • My Love Story
  • Just See U From Afar
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • GALASKA [RE-UPLOUD]

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines