Perfect Love

Perfect Love

  • WpView
    Reads 351
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Mon, Dec 31, 2018
Perfect Love [CONTINUED] Pertemuan yang klasik, mampu membuat dua orang merasa berbeda pada dirinya. Pada awalnya hanya sekedar tim, namun mereka juga merasakan hal yang berbeda jika berdekatan. Akankah berakhir sesuai dengan harapan mereka? "Hanya lo yang dapat meluluhkan hati dingin gue."-Jevin Mahendra "Gue kesel sama lo, tapi apa yang dapat gue buat, tetep aja gue ga bisa menjauhi lo. " -Tania Tanuwijaya *** Cerita pertama saya, so maklumin alur yang kurang menarik Cover hanya sementara. Selaat membaca! :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kelly Vannesa
  • Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit]
  • Queen (End)
  • Bad Girl vs Cold Ketos [Sudah Terbit]
  • Rannia√
  • BE A RAINBOW
  • Stay With Me
  • Have you RESYA! [Tamat]
  • Beloved Sunshine
  • JEVIN AERA

Kelly Vannesa adalah seorang gadis SMA yang pernah memiliki sahabat masa kecil. Semua kerapuhan dan kesepian yang ia alami berawal dari lembah perpisahan hingga membuat jarak antara dirinya dan Nathan Oktavian, sahabat kecilnya. Hingga suatu saat bocah bermata teduh itu datang di saat semuanya tak baik baik saja. Waktu merubahnya menjadi seorang pria. Benih-benih yang lama tertanam di hati Kelly bergerak merekah untuk tumbuh, mekar menjadi cinta. Namun, semua menjadi sia-sia di saat ia terlalu naïf menyebut Nathan adalah cinta. Nathan tak lagi menatapnya sebagai seorang sahabat. Seketika ia hina untuk menyentuhnya. "Kau kutemukan dengan senyum lama yang pernah terlukiskan. Tipis, merdu, dan sukar diartikan. Berbendung rindu yang tak tertahankan atau mengulum untuk sebuah perpisahan." ─Kelly Vannesa "Semua cinta itu sama. Tuhan menciptakan cinta itu hanya satu. Tergantung cinta itu diperuntukkan untuk siapa." ─Nathan Oktavian Semuanya ada batasnya, termasuk persahabatan itu sendiri. Sesuatu yang aku sesalkan, aku melanggar batas itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines