We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Damamora.

Damamora.

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 25, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Di dunia ini tak ada yang berubah, terutama senyum manis Dama untuk Amora dan tatapan datar seorang Amora kepada Dama. "Gue bisa anter Lo pulang kok?",ucap Dama sambil memasang wajah serius pada cewek didepannya. Bukannya mengangguk setuju, Amora malah berjalan meninggalkan Dama. "Gimana?" Entah sejak kapan, Dama sudah berjalan mengiringinya. "Apa?" "Mau gak nih gue anterin pulang?",tanya Dama memastikan. Amora berhenti berjalan,"Pulang kemana?",tanya Amora balik. "Ke... hati gue." "Pulang kehati gue, sekarang juga!!",lanjut Dama dengan penuh penekanan. SELAMAT MEMBACA. Jangan lupa vote dan komen.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Secret Admirer [ COMPLETE ]
  • Elvina [COMPLETED]
  • Goede Ziel (On Going)
  • JANUARGHA
  • Naufal
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Gula - Gula
  • Audrey (New version)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines