Sinopsis
Calsey bukanlah anak remaja biasa. Kehidupan yang ia alami jauh dari kata 'girls life' yang penuh dengan dunia kilauan pink ataupun riasan alat make up yang lagi nge-tren. Dia hanyalah cewek penyendiri yang hanya melampiaskan kehidupannya pada sebuah diary dan tangisan pada malam hari.
Calsey tidak tahu harus berbuat apa ketika Edward Gibbs menghantui kehidupannya. Orang tuanya yang hanyalah sepasang suami istri yang payah dan tidak punya perasaan, tega membiarkannya berada di genggaman pria yang hampir berumur 30 tahun itu.
Calsey yakin dengan keputusannya untuk menikahi Luke Addler ketika ia berhasil melarikan diri tanpa bisa dilacak oleh Ed selama 3 bulan.
Namun, sepertinya ia harus menelan keputusannya bulat-bulat karena Edward bukanlah orang yang mudah dikecoh. Ia sangat ahli dalam menggunakan 'orang-orang'nya sehingga ia berhasil menemukan Calsey.
Rose Adelia, mengira tuhan sedang marah ketika menuliskan takdir kehidupannya. Hingga kehidupan Adel menjadi kacau. Seolah-olah tidak ada kata 'Happy Ending' dalam hidupnya.
Ketika rasa sakit seperti enggan pergi dari hidupnya. Ketika Adel harus kehilangan ayahnya untuk selama-lamanya di saat usianya enam tahun, dan harus ikut tinggal di tengah-tengah para pelacur. Tidak pernah bersosialisasi dengan kehidupan luar.
Dan ketika satu malam duduk di tengah - tengah para pengusaha menjadi bahan lelangan. Hingga seseorang mengangkat papan dengan haraga selangit.
Dan di sinilah kehidupannya di mulai. Ketika rasa sakit dan cinta datang secara bersamaan.
Dapatkah Adel bertahan?, atau dia menyerah kepada takdir...
He is love....
He is Pain...