REZRA [revisi]

REZRA [revisi]

  • WpView
    Reads 239
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 15, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah kisah asmara di SMA Kartini. Azra Raditya Giovanni, cowok cool & famous di SMA Kartini. Ketua tim basket di SMA Kartini. Azra itu orangnya to the point, gak banyak omong dan dia bicara sesuai fakta. Pintar, baik, disukai adek kelas dan ganteng. Apa lagi yang kurang dari sosok Azra ini? Reylene Elyshia Johnson, Ketua tim cheerleaders SMA Kartini. Cewek blasteran yang menyukai Azra. Berjuang buat dapetin Azra, gak peduli gimanapun caranya. Reylene itu cantik, humoris, ceria, baik, famous dan disukai oleh guru-guru karna kepintarannya. Tapi, apa yang terjadi kalau Azra malah menyukai perempuan lain, tentunya bukan Reylene. Apakah Reylene masih tetap berjuang untuk mendapatkan Azra?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • ARSEN (END)
  • Rules vs Chaos
  • DANADYAKSA
  • GASA [end]
  • He Wrote My Name Wrong
  • LABIRIN TAKDIR
  • Radyira ( TIDAK DI LANJUTKAN )
  • My Killer Ketos (New Version-Sudah Terbit)

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines