OKTOBER
  • WpView
    Reads 502
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 7, 2020
*NEW VERSION Kisah yang menyatukan rasa sedih dan bahagia, lapar dan kenyang, badmood dan goodmood. Dimana Revon yang selalu ada untuk Sheina, Revon yang selalu membuat hari-hari Sheina lebih berwarna, dan Revon yang selalu mendatangkan sensasi baru dalam hidup Sheina. Kedatangan Revon dihidup Sheina tidak cukup untuk membuat bahagia, karena setelahnya ada konflik baru didalam keluarga besarnya. Rahasia keluarga yang Sheina tidak tahu, apakah akan membuatnya sedih? Marah? Atau bisa jadi benci pada keluarga tercintanya? Kalian penasaran? Sama saya juga! Cekidotttts~
All Rights Reserved
#1
revon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • LEITHLEACH
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Caramu mencintaiku.
  • Strong Girl Michella (END)
  • IDOLA GAMBUS - Bingkai Rindu Alkahfi
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Don't Leave Me (TAMAT)
  • NADIRAEFAL
  • Forever Alone (Sudah Terbit)

Livia tak menginginkan Kennard--bad boy paling ia hindari--menjadi saudara tirinya. Namun suatu malam, Livia mengalami peristiwa tak terlupakan bersama Kennard hingga mengubah perasaan keduanya. *** Meski tak memiliki seorang ibu, Livia Rinshi tetap hidup bahagia bersama ayahnya. Saat menginjak usia enam belas tahun, seharusnya Livia lebih berbahagia karena sang ayah menikah lagi. Tapi, tidak! Hidup Livia tak lagi sama ketika Kennard Vicco, bad boy yang paling ia hindari, menjadi saudara tirinya. **** Jantung aku kayak meledak waktu melihat cowok nggak pakai baju tiduran di kasurku. Aku menjerit kuat-kuat sampai Kennard tersentak dan duduk sambil melongo bego. Berkacak pinggang, aku berjalan ke arah ranjang bersprei Hello Kitty. "Ngapain kamu tidur di sini?!" Senyuman Kennard tersungging bikin wajahnya semakin tampan. Tapi, aku nggak pernah tergoda bujukan setan. "Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," ujarnya rese. "By the way," Kennard turun dari ranjang dan berdiri di hadapan aku, "Mulai sekarang, lo kudu nurut apa kata gue atau ...." "Ihh ... nggak mau!" tolakku sambil memalingkan muka ke arah jendela, takut khilaf karena ngeliat otot perut Kennard. "Kalo lo nggak mau," Wajah Kennard mendekati aku, "Gue bakal bilang ke Bunda, semalam lo pergi ke mana." Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku juga mulas, sementara Kennard menyeringai sadis. Oh, puh-lease! Aku ketahuan si Iblis! #BukanTeenlitBiasa ❤️ Dilarang baca jika kamu lemah iman, tak sanggup menerima ke-uwu-an, atau takut baper yang berkepanjangan. ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines