Mimpi•Ku

Mimpi•Ku

  • WpView
    Membaca 13
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Apr 15, 2019
Cerita ini masuk melewati kabut mimpiku malam tadi Menyebrangi terjalnya kisah dalam negeri Melihat perihal dicelah tebing Surabaya Dan suara rekahan tebing itu mulai terdengar Berbisik menyelami milyaran cerita praja timur Menepis hoax dari negeri ibu pertiwi . Apakah mimpiku ini benar Bu? Aku takut semua kejadian di negeri ini Penuh dengan drama Dengan aktor profesional Lihatlah bu.. para petinggi itu Gagah mengenakan seragam mahalnya Berdiri tegak Dan berbicara dengan ceropong bulusnya Menyudutkan, menjatuhkan, semuanya hanyalah cemoohan kesesatan Yang ingin kutanyakan, apakah ini yang dinamakan negara khatulistiwa itu Bu? Tanyaku. Letupan api menyambar perih Membakar luka tak terobati Cahayanya menghilang pergi Dalam negeri tak berpenghuni Bu.. suara apa itu? Kudengar suara ledakan dari arah timur Suara yang menghancurkan jiwa negeri ini Memutuskan tali-tali perdamaian Apakah negeri ini berakhir seperti ini saja? Terlelap dalam kesengsaraan Terhapus dalam kesedihan Negeri penuh dengan cuapan manis para pendusta Tapi mengapa tatapan itu mengarah ke kita Bu? Seakan menyalahkan ajaran kita Padahal mereka sama sekali belum mempelajarinya Seperti berbicara kosong akal Jangan tersinggung temanku.. Ini adalah cerita kabut mimpiku tadi malam Apakah cerita ini sama dengan kisah di negerimu? Kuharap tidak,, Karena ini adalah mimpi terburukku Yang tak harus kau khawatirkan bukan? Sepertinya kisah mimpiku sudah habis Tidak ada lagi yang perlu kau cemaskan Aku menunggu kabar baik dari negerimu temanku Salam dariku untuk rajamuu Semoga mimpi rajamu tak seburuk mimpiku malam ini.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#20
mimpiku
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • TIME will TELL {On Going}
  • "It Turns Out This Mysterious Person Is...!?" [THE END]
  • Maaf' (Revisi)
  • "Where Are You Now?"[Sequel To Destroy][THE END]
  • BROKEN
  • lost them
  • Bulan Berkisah [SUDAH TERBIT]
  • READER VS TUJUH BOBOIBOY
  • My Diary

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan