We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
the pain.

the pain.

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 23, 2018
WpInfo
Fanfic
First history -- Setiap orang pasti pernah merasakan jatuh dan pasti kalian tau bagaimana rasanya Sebenarnya gue pernah jatuh cinta.. Gue menjadi gadis SMA yang berbunga-bunga setiap kali melihat dia lewat di depan mata. Gue pernah merasakan jadi peran utama nya, di mana gue si gadis biasa yang jatuh hati kepada orang yang berbeda. Iya, benar. Kalian benar. Gue memang pernah jatuh cinta dengan sedemikian bodohnya. Gue pernah menulis buku harian penuh sama namanya. senyum-senyum sendiri membaca pesan darinya (terlalu senang karena kita dulu sangat dekat sekali). Bahkan gue pernah sedikit gila menyatakan bahwa gue mencintainya dengan mengetikan sebuah pesan lalu di kirim padanya. Iya. Gue pernah merasai semuanya. Masa-masa ketika hanya gue kenal cinta dari kulit luarnya. Sebelum akhirnya gue sadar, gue ga pernah benar benar dengan mencintainya Gue hanya mencintai ide akan cinta yang gue percayai dalam kepala. Menundukkan hati, memuja ego gue beserta melumpuhkan logika. Butuh empat tahun untuk benar-benar mengikhlaskan Dia .Lo tahu kenapa? Bukan karena ga bisa merelakan dia, tapi proses terberat dari melupa justru memaafkan dan menerima bahwa justru diri kita sendirilah dalang dari setiap luka. Dan sejak itu, gue sulit jatuh cinta. -
All Rights Reserved
#3
players
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Yang Tertinggal
  • Kamu [SELESAI]✔
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • My Perfect Senior [Completed]
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • Cahaya Dirimu

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines