Simbiosis Mutualisme

Simbiosis Mutualisme

  • WpView
    Прочтений 336
  • WpVote
    Голосов 35
  • WpPart
    Частей 4
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published суб, дек. 1, 2018
Terlahir di tengah keluarga kaya dan terpandang, tidak menjadikan kelakuan Gamaliel Verovanno terpandang baik di muka umum. Balapan liar, merokok, membolos, berkelahi, dan yang paling parah adalah mabuk, tapi itu sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi El. Dengan otak yang ada di bawah rata-rata, dan menduduki peringkat 32 dari 33 siswa di kelasnya, itu makin memperkuat kelakuan buruk El. Apalagi El adalah anak dari pemilik yayasan di sekolahnya, tapi, itu tidak mengurangi rasa takut untuk membenci El dari seorang, Definka Zoe Arabella. Zoe sangat membenci El, karena kelakuan El yang amat sangat buruk, tapi yang membuatnya makin benci lagi adalah, guru tidak mempersalahkan itu, bahkan Bundanya yang seorang guru BK di SMA Pelita Bangsa pun, hanya bisa menghela napas melihat kelakuan buruknya. "Kalau, lo masih mau lihat Bunda lo kerja di sini, lo harus turutin kemauan gue." "Mentang-mentang anak dari pemilik yayasan, terus, lo bisa buat yang rendah makin rendah di hadapan, lo? tapi, sorry, buat gue itu cuma gertakan biasa dari anak manja, yang suka foya-foya pakai duit orang tua."
Все права сохранены
#35
el
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • No preasure.
  • Awas Jatuh Cinta
  • The Kampret Bad Girls/Boy
  • Air Mata Elara
  • Stupid Cupid
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Elang L Cavanix ( END )
  • I LOVE YOU✔
  • COOL BOY VS BAD GIRL

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту