(End) My Heartbeat

(End) My Heartbeat

  • WpView
    مقروء 130,211
  • WpVote
    صوت 14,418
  • WpPart
    فصول 14
WpMetadataReadللبالغينمكتمِلة أربعاء, أبريل ٢٤, ٢٠١٩
"Waktu kematian pukul dua puluh lewat lima belas menit. Pasien Kang Mi Rae dinyatakan meninggal dunia." Tubuh besar itu limbung, langsung tersungkur di lantai dengan lelehan airmata yang tak mampu dia bendung lagi. Setelah dua bulan berlalu, setelah perjuangan tanpa lelahnya, setelah usahanya, dia harus menyerah pada takdir Tuhan. Istrinya, meninggal. "Kita sudah mengusahakan yang terbaik Chanyeol-ah. Tapi takdir Tuhan mengatakan lain, dia dan calon buah hati kalian..." pria berjas putih yang berdiri di samping pria tinggi itu, menepuk pelan pundaknya. Airmata pria itu ikut meleleh, dia bisa merasakan kesedihan yang dirasakan si pria tinggi itu. . . . "Dia harus mendapatkan transpalasi jantung. Kalau bisa secepatnya. Kondisi jantungnya sudah cukup buruk." "Saem! Jebal! Lakukan sesuatu padanya, dia sangat berarti untuk kami." "Kami akan mengusahakan yang terbaik untuknya, kalian beroda saja, semoga malam ini kita mendapat donor jantung. Saya pergi dulu. Hee Jung-ssi! Awasi kondisinya, jangan sampai drop." "Nde saem."
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • The Best Ending [ END ]
  • Love Hurt ✔
  • CEMBURU ( PondPhuwin x JoongDunk)
  • FADING IN YOUR ARM [YEOJONG]
  • JEON JUNGKOOK✓  END.
  • foursome relationship
  • ÁRROSTOS

"Dua tahun itu lama Hyung, ada 24 bulan, dan lebih dari 700 hari, apakah selama itu, hatinya tak pernah terbuka untukmu? Kau bodoh atau apa sih hyung?" Aku hanya diam menatap pria yang duduk di depanku. Wajahnya terlihat kesal karena sejak tadi aku hanya diam mendengar ocehannya. "Kau tak akan mengerti apa yang saat ini aku rasakan, sampai kau menemukan seseorang yang bisa membuat hatimu tak hanya bergetar, tapi juga membuat seluruh isi kepalamu ingin melakukan semua untuknya. Entah itu menyakitimu sendiri atau bahkan di luar nalarmu sebagai pria." "Kau bodoh! Logikamu kalah dengan perasaanmu. Kau biarkan perasaanmu mengambil alih semuanya. Ayolah hyung! Berhenti mengharapkan dia membalasmu, dengar! Aku bisa mencarikanmu ratusan perempuan yang lebih baik darinya. Jadi... Ceraikan dia hyung." Aku hanya menarik nafas panjang kemudian membuangnya dengan perlahan. Bukan tentang dia yang tak mencintaiku lalu dengan gampang aku katakan kita bercerai. Tidak! Sekalipun dia berteriak di depanku meminta cerai, aku tak akan melakukannya. Bukan karena aku bodoh, tapi karena janji yang sudah kuucapkan bukan hanya di hadapan Tuhan, tapi juga di hadapan kedua orang tuanya, bahwa aku hanya menikah sekali seumur hidupku.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى