Goresan Larik Senduku

Goresan Larik Senduku

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 27, 2019
WpInfo
Poetry
Mengungkapkan tak semudah yang dibayangkan. Berpendapat bisa menjadi bumerang tersendiri. Mengahadapi kecamuk hati dan kacaunya fikirian. Belum lagi,terkadang ucapan tak sesuai dengan hati dan fikiran kita. Jika dihadapkan pada sesuatu yang menuntut kita untuk mengungkapkan pendapat kita dalam waktu singkat,rasanya jantung seperti diajak bersenam. Jantung berdetak lebih kencang,naik turun tidak jelas. Apalagi hampir setiap hari. Bagaimana tidak bingung. Pertanyaan dengan tuntutan jawaban yang harus ada itu semakin banyak dan semakin menekan hingga ana bak disentil ke penjuru dunia paling jauh. Skak Mat!!!!!! Apakah ana bisa menghadapinya? Mengingat ada banyak kecamuk di hati yang ingin keluar namun tak kunjung keluar. Dan hanya dapat dipendam dan menjadikan penyakit bagi diri sendiri.
All Rights Reserved
#721
malam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • Berakhir
  • Angel To Raya (END)
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Can I Call You 'My Love'? [COMPLETED]
  • You're Here, But Not For Me
  • He Is My Husband (Selesai season 01)

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines