Aku dan Biru

Aku dan Biru

  • WpView
    Membaca 23
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Kam, Okt 18, 2018
Aku tidak bisa menjelaskan apapun. Aku hanya mampu menuliskan apa yang terjadi. Biru yang mengenalkan aku dengan dunia yang menurutnya distrik terbelakang. Dan aku yang menyusuri jalan yang mengganggu hatiku. Karena rasa penasaran yang mendalam. Yang akhirnya Biru mengenalkan aku terhadap dunia yang seharusnya ku beri sedikit hati.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#125
biru
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • WARISAN
  • //He is not Iruma//
  • ALBIRU || Huang Renjun
  • Awan sang Biru✔
  • BIRU
  • E-than [ END ] -SUDAH TERBIT-
  • Meninggalkan Tanpa Pamit
  •  Gadis Bergaun Biru
  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • Garvitara [END]
WARISAN

" bang....lu kenapa...?" tanya daru begitu melihat gue yang menghentikan pergerakan tangan ini dari menarik tali timba, mendapati pertanyaan daru tersebut, gue kembali menggerakan tangan ini untuk menarik tali timba " kenapa sih bang..." tanya daru kembali seraya beranjak bangkit dari kursi pendek tempatnya mencuci pakaian, dan sepertinya suasana hari yang mulai beranjak gelap telah membuat daru tidak ingin untuk berlama lama lagi berada di halaman belakang " enggak tau nih...seperti ada sesuatu yang tersangkut di ember timba ini..." mendengar jawaban gue tersebut, daru menunjukan ekspresi ketidakpercayaannya, dan kini dengan perawakan tubuhnya yang besar, daru mengambil alih tali timba yang berada di dalam genggaman tangan gue lalu menariknya secara perlahan " itu apa bang......?" tanya daru, diantara pandangan matanya yang menatap ke dalam lubang sumur yang gelap ....blupppp... Entah benda apa yang telah terjatuh ke dalam air di dalam sumur hingga menimbulkan suara yang menggema, tapi yang pasti seiring dengan terdengarnya suara gema tersebut, pergerakan tangan daru yang tengah menarik tali timba terlihat semakin ringan, hingga akhirnya ketika ember yang berada di ujung tali timba mencapai bibir sumur, gue dan daru hanya bisa saling berpandangan dalam benak tanya atas apa yang sebenarnya telah terjadi " lu tadi lihat kan bang...sebenarnya yang tadi tersangkut di ember ini, benda apa ya...?" tanya daru sambil memandang ke dalam sumur Sekelumit perbincangan kecil antara gue dan daru adalah sebuah bentuk ketidaksadaran kami dalam menangkap sebuah sinyal alam yang mencoba untuk memberikan kami sebuah jawaban atas misteri yang menyelimuti tempat tinggal kami...yaa...sebuah misteri yang akhirnya memberikan kami sebuah pelajaran bahwa ada sisi lain selain sisi kebahagian yang menyelimuti dari sebuah kata warisan

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan