Dikira mesum, eh malah disuruh nikah?! "Pokoknya kita harus cerai!" "Heh, lo pikir gue betah hidup sama istri yang ngomelnya lebih panjang dari antrean sembako?!" Nazreel Farabi Byantara - Pewaris tunggal pesantren, cucu Kiai besar, namun ia adalah sebuah anomali. Nazreel jauh lebih akrab dengan debu aspal jalanan dan deru mesin motor daripada barisan kitab kuning. Baginya, aturan adalah belenggu, dan kebebasan adalah harga mati. Ayesha Al Humayrah - Gadis cerewet dengan mulut setajam pisau dapur. Namun di balik sikap "galaknya", ia hanyalah jiwa yang haus kasih sayang. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang, melainkan medan tempur di mana ia selalu menjadi sasaran amarah orang tuanya. Hingga suatu kesalahpahaman, satu takdir yang dipaksa bersatu. Niat Nazreel hanya menolong Ayesha dari preman, tapi warga justru menggerebek mereka di situasi yang salah. Hasilnya? Pernikahan paksa. Kini, Ayesha harus berbagi atap dengan suami paling trouble sedunia. Nazreel itu malas, jorok, dan keras kepala! "Nazreel! Baju jangan dilempar di lantai!" "Lantai juga butuh hiasan, Sayang." "Makan mie instan langsung dari panci lagi?! Nggak ada piring apa?!" "Biar hemat cucian. Pintar, kan?" Setiap hari isinya debat dan kejar-kejaran. Namun, saat dunia Ayesha runtuh karena penolakan keluarganya, justru tangan si "Gus Rebel" yang berantakan inilah yang pertama kali mendekapnya tanpa diminta. Akankah aspal jalanan membawa Nazreel pulang ke pelukan Ayesha? Ataukah mereka akan tetap menjadi dua kutub yang saling menghancurkan?
More details