Dear Mantan [Revisi]

Dear Mantan [Revisi]

  • WpView
    Reads 123,859
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 18, 2022
RANK #1 IN SMA #2 IN MANTAN #3 IN ALFA "Apa ngk ada kesempatan kedua bagi aku?" Lea sempat menatap Alfa lama, bahkan sangat lama sampai gadis itu kembali bersuara, "Mungkin. Jika hati aku yang menjawab itu. Tapi aku memilih untuk tidak menggunakanya." jeda sebentar, "Alfa, jika kamu bertanya apa aku sudah tidak cinta kamu? kamu salah besar. Bahkan aku tidak bisa berfikir, bagaimana mencari pengganti kamu nantinya. Tapi aku sadar bahwa aku sudah terlalu banyak menyakiti diri sendiri." "Apa yang kamu takutin lagi, Ale udah pergi," kata Alfa mencoba memperjuangkan Lea kembali. "Ale memang sudah pergi, tapi jika ada Ale yang lain?" "Maaf," lirih Alfa. "Tidak perlu. Kamu mempunyai hak untuk itu. Alfa, kamu harus yakin, bahwa ada orang yang suatu saat akan kamu cintai dengan tulus." "Kalo itu kamu?" "Aku ngk bisa nolak, karena itu takdir." Setelah mengucapkan kalimat yang membuat Alfa seketika terpaku Lea langsung pergi meninggalkan Alfa sendirian disana. Perfect Cover by @Coc_colate Part Acak !! hayy guyss... Ini cerita pertama aku , maaf kalo banyak typo atau gk jelas , mohon bantuanya yaa
All Rights Reserved
#30
wttys2018
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Altezza Reiki ( REPOST ULANG)
  • RENALFA [Selesai]
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • The First, Not the Last
  • Numbness (selesai)
  • ALYA Season 2 (END)
  • Ex or New? [REVISI]
  • SLOWLY FALLING [TERSEDIA DI KUBACA]

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines