Sang Bumi
  • WpView
    Reads 289
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 20, 2020
"sini, ku ceritakan tentang pengorbanan sang bumi." -s.b ------------------------------------------------------- Hanya sekumpulan kata-kata yang tak berani ku ucapkan Yang sekarang telah menjadi bait-bait dari puisi-puisi yang berbicara sendiri Menceritakan kisahku Kisah yang mungkin mirip dengan kisah kalian Ku tak tau dengan pasti Pastinya ku ingin membagikan kisahku ini dengan kalian semua Tak hanya kisahku Kisah-kisah yang muncul begitu saja di benakku juga kutulis Kisah yang kutulis berbentuk puisi Syair-syairnya tak perlu menyambung Yang penting mengandung arti ------------------------------------------------------- -Savana Barady
All Rights Reserved
#360
poetry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • My Wish
  • Semua Memukul (✅)
  • aku bukan penyair
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Rembulan Yang Sirna
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines