Angel Heart

Angel Heart

  • WpView
    LECTURAS 371,087
  • WpVote
    Votos 7,369
  • WpPart
    Partes 73
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 25, 2024
Setelah pindah kesekolah barunya,gadis cantik yang kerap disapa sasya,bertemu dengan seseorang yang dikenal bernama rava Semenjak rava hadir dihidupnya,Dari situlah timbul sebuah rasa dihati sasya untuk memiliki rava sepenuhnya,setelah mencoba berbagai cara, sasya merasa perjuangannya hanya disia siakan, Dan pada akhirnya sasya memutuskan untuk tidak terlalu berharap kepada rava, karna merasa bersalah kepada sasya,rava mencoba untuk mengembalikan semuanya seperti semula,dan cara apa yang akan dilakukan oleh seorang rava? Lanjutannya? Ikuti terus kisahnya Jangan lupa vote comment And follow
Todos los derechos reservados
#39
rava
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tingkat Tiga
  • WHO ?
  • Raicha
  • [HRL-1] Queen & Cassanova (COMPLETED)
  • DAVARA
  • the hope
  • Astara
  • Arsyilazka
  • NEYLASKARA
  • My friend ghost [END]

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido