We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pulang

Pulang

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 1, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ia punya cara pandang yang berseberangan dengan kebanyakan orang di rumah. Rindu tak setuju jika perempuan hanya berada di sekitar sumur, dapur, dan kasur. Rindu memutuskan untuk 'membuang' dirinya sebagai perantau. Berbekal mimpi yang digadang-gadangkan, Rindu hidup menantang nasib di hutan baja Ibu Kota. Bertahun-tahun setelahnya, ia menenggelamkan diri dalam kesibukan. Bangku kuliah telah terlewati, dan ia pun menjadi seorang wartawan di salah satu media nasional. Sampainya akhirnya ia pun menyadari jika banyak hal yang terlupakan dari dirinya yaitu orangtua, kampung halaman, dan jodoh. Jika bukan karena kalimat 'penggantung' itu, Rindu tentu tidak akan ragu untuk hidup bersama dengan seseorang. Menikah? Di sisi lain, satu sileut kedua orangtuanya terus membayangi. Terkhususnya Amak. "Biar Nuriah saja yang duluan, Amak. Aku belum ingin menikah," pertanyaan yang seringkali membuatku mual itu muncul kembali. "Tidak mungkin rindu, kau itu anak perempuan pertama dan ada Nuriah. Indak elok dilongkahan adik, Kau!" Amak berhenti menyendokkan nasi dan meletakkan sendok begitu saja. Raut wajahnya cemas bercampur sedih. Perpaduan yang membuat hatiku semakin runyam. "Aku baru wisuda Amak, dan.." "Dan apa?" Amak memotong, seketika pandangan Rindu seakan jauh dari rumah. "Ada yang ku tunggu dan ingin selesaikan," tandasnya, berusaha merendahkan nada suara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Mendadak Nikah [Menikah Dengan Duda] Proses TERBIT
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • My Dear Husband (COMPLETED)
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • TFSeries#1 | Dandelion Of Venandra
  • Perjodohan
  • Eliinaa
  • Sold Out!!
  • Savior

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines