Along Comes Mariana Cornelia (Complete)

Along Comes Mariana Cornelia (Complete)

  • WpView
    Leituras 31,128
  • WpVote
    Votos 4,118
  • WpPart
    Capítulos 57
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, abr 17, 2022
WpInfo
Ficção
Histórico
Pertemuan Padma dengan hantu perempuan Belanda yang meminta bantuannya, bukanlah sesuatu yang ia anggap penting. Sampai kemudian, orang yang dicintainya melalukan hal yang sangat menyakitkan. Padma memutuskan menjauh dari orang-orang yang melukainya. Namun, misteri yang disodorkan Mariana, hantu itu, membawanya pada sebuah tragedi dan rahasia di masa lampau. *** Apa yang terjadi? Tanyaku. Wajahnya yang pucat pasi bergeming. Gaun putihnya berpendar. Kemarilah. Tangannya menggapai. Dingin dan transparan. Lalu, di balik kabut, kulihat segalanya. *** Along Comes Mariana © 2018 by Kireina Enno Revisi Bab 1 - 11 pada 30 September - 1 Oktober 2019 Cover by Canva
Todos os Direitos Reservados
#4
spooky
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • My Ghost (TAMAT)
  • COOL BOY VS CRAZY GIRL | ABIJAYANTO SERIES#1
  • Diary Merah ✔
  • Being The Main Character Of NarpaPertiwi's Story
  • Indigo Bobrok 2 [END]
  • Stars √ [Sudah Terbit]
  • My teaser Devil Prince✅ [MOVE TO MANGATOON]
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)
  • MR.ASHER : HELLO LOVE (1830) (THE END)

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo