Story cover for FAQILLA [TERBIT] by galnestiya
FAQILLA [TERBIT]
  • WpView
    Reads 45,747
  • WpVote
    Votes 2,161
  • WpPart
    Parts 26
  • WpView
    Reads 45,747
  • WpVote
    Votes 2,161
  • WpPart
    Parts 26
Complete, First published Oct 20, 2018
[Sudah terbit. Tidak tersedia di Gramedia]
Kunjungi instagram guepedia_penerbitan untuk pembelian

Fakih Pradifta Melvano. Dia acuh pada sekitar, sikap tersebut terbentuk karena semua yang ia hadapinya. Bahkan ia trauma menjadi orang baik, ia tidak ingin kejadian di masa lalunya terulang ketika sekarang ia sudah dewasa. Di balik sikapnya yang acuh, dia menyimpan berjuta-juta kerapuhan. 

Aqilla Fareez. Apa yang kamu rasakan jika kehadiranmu di dunia ini tidak dibutuhkan? Apa yang kamu rasakan ketika takdir dengan kejam merenggut semuanya? di kegelapan hidupnya hanya satu yang bisa menguatkannya, Fakih. Tapi alasanmu untuk kuat pun ikut direnggut paksa oleh takdir.


120720 # 66 in rapuh
All Rights Reserved
Sign up to add FAQILLA [TERBIT] to your library and receive updates
or
#809cintasegitiga
Content Guidelines
You may also like
Beauty Psycho (END) by Yayaaaaa__5
101 parts Complete
[Mengusung tema mental health pada tokohnya. Ada plot twist dan teka-teki yang membuat Anda mikir.] CERITA INI BELUM DIREVISI! Ketika dua orang dengan masa lalu yang sama dan bersangkutan berusaha keluar dari lubang kegelapan yang penuh dengan teriakan dan kecaman iblis. Elisha Laudya, gadis angkuh yang dihormati semua siswa. Gadis yang selalu mendapatkan julukan 'Beauty Psycho' ini ternyata memiliki banyak penyesalan selama hidupnya. Ternyata, ia hanyalah gadis rapuh yang berlindung dengan seribu topeng. Mencari sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan, yaitu : kebahagiaan. Sean Pradipta, pemuda antisosial yang memutuskan untuk mencari pelaku dan bukti pembunuhan orangtuanya dengan bersekolah di salah satu sekolah yang sama dengan pembunuh itu. Bagaimana jika mereka dipertemukan untuk mempertanggungjawabkan kesalahan di masa lalu? Selain mereka, Anda juga akan melihat bagaimana perjalanan beberapa remaja-remaja depresi yang berusaha hidup ditengah permasalahan masing-masing. Mereka dipertemukan dan digabungkan menjadi satu kelompok belajar, mencoba mengetahui makna pertemanan dan mencari kebahagiaan bersama. *Cerita ini murni hasil pemikiran sendiri, namun terinspirasi dari 3 karakter di drama Korea. Jadi, dimohon untuk tidak meniru/memplagiat. *Maaf apabila ada kesalahan baik dari penulisan, alur, atau hasil riset psikologi yang saya tulis salah ... karena saya manusia, bukan Tuhan yang maha tahu. *Terima kasih kepada teman-teman yang support cerita ini dengan cara memberi vote dan mengikuti akun saya. *** Highest rank : #04 in Romance #04 in Teka-teki #07 in Psikologi #08 in Depresi Start : 3 Okt 2020 Finish : 5 Mar 2021
Become an Extra or Main Character [END] by abcde_zzZZ
36 parts Complete
Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡
You may also like
Slide 1 of 10
Chaos Of Desire cover
AKSAFA (End) cover
Matahari cover
Beauty Psycho (END) cover
I'm okay (END) cover
Could you be a home for me? [TAMAT] cover
Become an Extra or Main Character [END] cover
IM br(OK)en✓ cover
Our Times (Completed)  cover
G E L V A N cover

Chaos Of Desire

53 parts Ongoing Mature

ON GOING 🔞 Rafka menyukai Faiha sejak mereka duduk di bangku SMA namun Rafka sama sekali belum mengungkapkannya. Tapi meskipun begitu Rafka merasa bersyukur karena Faiha tidak dekat dengan pria siapa pun kecuali Ajun. "Kata kak Ajun aku nggak boleh ciuman." "Oh ya?" pipi Faiha semakin di tekan lembut oleh jempol Rafka. "Jadi, itu artinya lo belum pernah ciuman?" Tatapan intens Rafka kembali membuat Faiha memalingkan wajah. Hendak melepaskan tangan Rafka dadi wajahnya tapi entah kenapa elusan lembut tangan Rafka yang ia genggam terasa nyaman. "Pernah." Sebelah tangan yang bertumpu di dinding terkepal. Rafka menolehkan wajah Faiha dengan lembut kemudian semakin mendekatkan wajahnya dengan Faiha. "Sama?" "Kak Ajun." Ajun, pria yang pernah di penjara selama tiga bulan karena kasus pengeroyokan itu begitu protektif Faiha yang notabene adalah adik sepupunya. Pergerakan Faiha selalu Ajun awasi. Hidup bersama sedari kecil membuat Ajun berkeinginan lebih untuk mengontrol pun menguasai Faiha secara keseluruhan. "Kak Ajun." Senyum Ajun terbit. Pria itu merentangkan tangannya kepada Faiha yang tengah menangis. "Come here." ~~~~~~~~~~~~~~~ Sangat dilarang keras mengcopy cerita ini!! Pict:Pinterest