Jarak dan Kita [Revisi]

Jarak dan Kita [Revisi]

  • WpView
    Reads 142,121
  • WpVote
    Votes 2,315
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 4, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
Local Name! status : proses revisi Bagaimana mungkin kita bisa menyongsong atap yang utuh jika kita saja berdoa di bawah atap yang berbeda. "Aku cinta kamu." "Tapi, Mark... Kita berbeda." "Apa yang beda? Kenapa manusia suka menyusahkan dirinya sendiri." "Kamu lupa? Agamamu bilang, 'Kamu boleh mencintainya. Tapi jangan ambil dia dari Tuhannya'." Gadis itu tersenyum meski sama-sama menahan rasa perih di hatinya. "Seorang wanita islam dilarang melangsungkan perkawinan seorang pria yang tidak beragama islam." Kemudian berbisik lirih, berharap suaranya terbawa angin meskipun tak mungkin karena lelaki yang berada di depannya saat ini mendengar jelas apa yang dia katakan. © 2O19, reinjunity.
All Rights Reserved
#490
religi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Jalan Kita Berbeda [✔]
  • The Hidden [SUDAH TERBIT]
  • PRIVATE MOVIE  [On Going]
  • Tentang Hijrahku (Revisi)
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • ABBIYYA AL-FARIZI [TERBIT]
  • Serius, Kita Cuma Temen Kost?

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines