Setitik Cahaya Dalam Gelap

Setitik Cahaya Dalam Gelap

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 22, 2018
Satu kata yang cukup pas untuk menggambarkan Duniaku, Kelam. Bahkan mungkin, Sangat kelam. Namaku, Axania Clarisa, nama yang indah bukan? Haha. aku benci mengakui bahwa namaku indah, karna nyatanya kehidupanku tak seindah namaku. Kehidupanku berteman baik dengan kegelapan. Bodoh memang, karna aku sendiri yang menjerumuskan diriku kedalam kegelapan, berpikir bahwa dengan cara ini aku bisa membawa ibu serta adik ku hidup bahagia, dan mengorbankan diriku sendiri, kebahagiaanku sendiri. Sekian lama aku hidup dalam kegelapan, akhirnya aku menemukan setitik cahaya, yang mungkin akan membawaku kembali. kembali dalam dunia yang seharusnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTO IT (Sudah terbit)
  • ALIN TRANSMIGRATION {End}
  • its me {LENGKAP}
  • ku rebut cinta nya dari mu (On Going)
  • Blue Trapped In BL Novel
  • Tak Seindah Matahari
  • ARULA
  • gefa figuran novel (sudah terbit)
  • Untitled

Gezra Farenza Vanzer nama yang selalu bisa Anela andalkan dalam hidupnya, laki-laki dengan berperawakan tinggi dengan tampang rupawan, namun sayang Gezra si laki-laki tampan itu lebih banyak menggunakan bahasa tubuh dari pada menggunakan mulut nya untuk mengartikan sesuatu. Selama Anela menjadi sahabat serta tetangga Gezra, selama itu juga Anela selalu mencoba membuat Gezra lebih ekspresif dengan tingkah-tingkah konyol nya. Namun usahanya selalu saja gagal, yang Anela ketahui Gezra hanya Remaja laki-laki dengan minim ekspresi dan pendiam, namun siapa yang tahu. Bukan kah karakter pendiam adalah bom waktu yang dapat meledak serta berangkas teraman yang menyimpan segalanya dengan apik. Hingga suatu hari, dimana Anela menemukan fakta mengejutkan dari laki-laki pendiam ini. "Ge lo nipu gue dengan wajah polos lo itu." "Jika tidak dengan menipu, bagaimana caranya kita bisa selalu berdekatan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines