The BAD BOY is mine

The BAD BOY is mine

  • WpView
    Reads 548
  • WpVote
    Votes 168
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 13, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Mengapa kau datang jika hanya ingin meninggalkan rasa sakit dihatiku dan mengingatkanku akan rasa sakit yang pernah kualami dulu?"tanyaku sambil menahan tangisku yang hampir pecah Namun pria itu tidak menggubris pertanyaanku sedikitpun. Dan pergi meninggalkanku tanpa sepatah katapun. "Baiklah jika itu maumu,Aku akan pergi. Maaf jika kedatanganku membuatmu terganggu"ucapku bergetar dan sempat membuat langkahnya terhenti. Namun setelah aku berkata demikian dia melanjutkan langkahnya tanpa menatap kebelakang sedikitpun. Aku hanya bisa melihat dia yang semakin menjauh. Hujan lebatpun datang bertubi-tubi seakan-akan menerjangku,saat itu juga aku tersungkur. Seketika tangisku pecah dan Hatiku terasa sangat hancur seperti ditusuk-tusuk oleh jarum atau lebih menyakitkan daripada itu. Karena aku belum pernah mencintai lelaki sedalam ini. Tapi mengapa dia datang ke kehidupanku jika hanya ingin menyakiti hatiku lagi. ....................... Kisah seorang wanita yang pernah tersakiti...... Dan seorang bad boy yang belum pernah jatuh cinta.... Akan kah mereka bersatu? Atau hanya tertinggal sebagai kenangan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Marriage With Benefits (Tamat)
  • MEET AGAIN (END)
  • [END] When the Stars are Tired
  • Expression [Completed]
  • BREATHE
  • Denyut di Antara Kita
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines